PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gelombang aspirasi masyarakat mewarnai proses seleksi Direktur Perumdam Tirta Argopuro Kabupaten Probolinggo. Dua kelompok massa, yakni L3GAM dan Koalisi Masyarakat Independen (KMI), menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Probolinggo, Kraksaan, pada Senin (5/1/2026).
Aksi yang berlangsung di Jalan Raya Panglima Sudirman ini berjalan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.
Gabungan lembaga dalam L3GAM (LPLH TN, Libas 88, LIN, G-APKM, AMPP, dan Madas Nusantara) secara tegas menyuarakan kekhawatiran terkait rekam jejak salah satu kandidat.
Koordinator aksi sekaligus Ketua Libas 88, Muhyidin Eveny, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Probolinggo. Ia menekankan pentingnya sosok pemimpin yang bersih dari masalah hukum masa lalu.
“Kami tidak memiliki kepentingan pribadi. Kami hanya ingin Direktur Perumdam yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kredibilitas terbaik dan rekam jejak yang bersih,” ujar Muhyidin.
Ia membeberkan bahwa salah satu calon dengan nilai tertinggi diduga tengah menghadapi gugatan di PTUN Semarang setelah sebelumnya diberhentikan oleh Wali Kota Semarang.
“Sebagai kontrol sosial, kami ingin Direktur terpilih adalah yang terbaik bagi masyarakat Probolinggo, bukan orang yang bermasalah di daerah lain,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Koalisi Masyarakat Independen (KMI) Kabupaten Probolinggo, Rudi Eko Cahyono, menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Panitia Seleksi (Pansel) agar tetap independen.
Rudi menegaskan agar Pansel tidak tunduk pada intervensi dari pihak mana pun dalam mengambil keputusan. Menurutnya, aksi ini menjadi pengingat bagi pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.
“Ini baru permulaan. Jika ke depan masih ada upaya intervensi atau gangguan terhadap stabilitas daerah, kami bersama massa yang lebih besar siap turun kembali ke jalan,” tegas Rudi.
Kedua belah pihak turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Probolinggo. Berkat pengamanan yang humanis namun tegas, penyampaian aspirasi tersebut tetap berjalan tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas di pusat Kota Kraksaan.













