Sosial

Syiar Ramadan: Yayasan Al Ihsan Santuni 250 Janda Lansia dan Dhuafa di Paiton Probolinggo

×

Syiar Ramadan: Yayasan Al Ihsan Santuni 250 Janda Lansia dan Dhuafa di Paiton Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan 1447 H, Lembaga Pendidikan Al Ihsan menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus pemberian santunan kepada 250 janda lansia dan kaum dhuafa. Acara khidmat ini berlangsung di kediaman Pembina Yayasan Al Ihsan sekaligus Ketua Ning Ajwa, Ning Nur Hayati Bakir, di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/3/2026).

Ratusan penerima manfaat tersebut berasal dari tiga desa sekitar, yakni Desa Jabung Candi, Jabung Wetan, dan Jabung Sisir. Kehadiran para tokoh agama, pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam komunitas Ning Ajwa, serta para donatur menambah suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan sosial ini berhasil terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak. Sejumlah nama besar turut mendukung aksi kemanusiaan ini, di antaranya:

  • Halal Certification Service (Chongqing-China) For Indonesia.
  • Ibu Nyai Bisaroh (Pengasuh Ponpes Nurul Jadid).
  • Bina Usaha Nurul Jadid & LAZJSKAF.
  • RS Graha Sehat & INA99.
  • Ibu tiwi dan Donatur dari Malaysia
  • Toko An Nur
  • Travel Umroh & Haji Haramain Indonesia, serta donatur perorangan lainnya.

    Ning Nur hayati Bakir, Ketua ning ajwa dan Pembina Yayasan Al Ihsan

Ning Nur Hayati Bakir menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengulurkan tangan.

“Kami sampaikan terima kasih banyak kepada seluruh donatur dan sponsor yang telah mendukung, sehingga santunan untuk 250 warga ini dapat terealisasi dengan baik,” ungkapnya.

Menariknya, aksi sosial ini bukan sekadar agenda musiman, melainkan tradisi yang telah terjaga selama 15 tahun. Ning Nur Hayati menceritakan perjalanan panjang yayasannya dalam membantu sesama. Dimulai dengan hanya mampu menyantuni 17 orang, kini jumlah tersebut berkembang pesat hingga mencapai 250 orang.

“Kegiatan ini murni bersumber dari dana pribadi, donatur, dan sponsor. Tidak ada bantuan dari pemerintah,” tegas Ning Nur Hayati.

Apresiasi juga datang dari jajaran pengurus Ning Ajwa. Wakil Ketua dan Pembina Ning Ajwa berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat kepedulian yang lebih luas di masa depan. Mereka menargetkan cakupan penerima manfaat yang lebih besar dan kemasan acara yang lebih megah pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *