Politik

Bursa Pilkada Ponorogo Memanas: Teguh Wiyono Siap Maju Cawabup, Bangun Komunikasi Intens dengan Bunda Rita

×

Bursa Pilkada Ponorogo Memanas: Teguh Wiyono Siap Maju Cawabup, Bangun Komunikasi Intens dengan Bunda Rita

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PONOROGO, DetikNusantara.co.id – Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo kian menghangat. Sejumlah tokoh potensial mulai muncul ke permukaan untuk mengisi posisi calon Wakil Bupati (Cawabup). Salah satu sosok yang menjadi sorotan adalah Teguh Wiyono (MTW), Dewan Pembina BRIKOM TKN sekaligus pengusaha sukses di bidang pendidikan.

Teguh Wiyono secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Hj. Lisdyarita (Bunda Rita) dalam memimpin Bumi Reog ke depan. Komunikasi intens pun telah dibangun, baik dengan petahana maupun jajaran partai pengusung.

Visi Pengabdian: “Noto Kuto Mbangun Ndeso”

CEO dari beberapa lembaga pendidikan ternama di Karesidenan Madiun ini menegaskan bahwa niatnya maju adalah murni untuk pengabdian. Meski sebelumnya sempat mengikuti fit and proper test di PKB sebagai calon bupati, Teguh tetap loyal mendukung pasangan Sugiri-Lisdyarita saat rekomendasi partai jatuh kepada mereka.

“Semangat untuk mengabdi di Ponorogo tidak pernah luntur. Kami sudah beberapa kali bertemu Bunda Lisdyarita dan siap berjuang bersama demi kemakmuran masyarakat,” ujar Teguh Wiyono.

Menyadari pentingnya dukungan parlemen, Teguh mengaku telah menjalin komunikasi aktif dengan berbagai partai politik besar, di antaranya:

  • PDI Perjuangan (PDIP)
  • Gerindra
  • Golkar
  • PPP
  • Serta partai pengusung lainnya.

Teguh optimistis mampu meyakinkan 36 kursi partai pendukung melalui visi-misi yang konkret. “Amunisi kita siap, karena tujuan utamanya adalah mengabdi, bukan sekadar mencari (kekuasaan),” tegasnya.

Sebagai Pembina BRIKOM TKN, Teguh membawa konsep “Haryo Tani Noto Projo”. Fokus utamanya adalah memperkuat sistem sektor pertanian dari hulu ke hilir tanpa meninggalkan akar budaya lokal Ponorogo.

Selain itu, ia menyoroti tiga pilar utama pembangunan:

  1. Kesehatan & Pendidikan: Menjadi sektor prioritas untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
  2. Infrastruktur Jalan: Komitmen memperbaiki aksesibilitas wilayah.
  3. Kemandirian Ekonomi: Membangun konektivitas sistem agar seluruh potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi rakyat.

“Program kami adalah ‘Alus Dalane, Seneng Rakyate’ (Jalannya Halus, Rakyatnya Senang). Infrastruktur yang baik adalah kunci mobilitas dan ekonomi,” pungkas Teguh.

Dengan slogan “Noto Kuto Mbangun Ndeso Bareng Wargo”, Teguh Wiyono berharap kehadirannya dapat membawa perubahan signifikan dan memperkuat sinergi pembangunan di Kabupaten Ponorogo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *