LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lumajang resmi menggelar Kongres Tahunan 2026 dengan agenda krusial. Di tengah tantangan perubahan regulasi pembiayaan, Askab PSSI Lumajang memutuskan untuk memperkuat kemandirian organisasi dan memprioritaskan pembinaan atlet sepak bola usia dini.
Ketua Askab PSSI Lumajang, Bambang, menyoroti adanya transisi sistem pembiayaan yang dinilai cukup menantang bagi pengembangan sepak bola di daerah. Jika sebelumnya dana hibah dari KONI bersifat lebih fleksibel atau “gelondongan”, kini alokasi dana beralih ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dengan aturan yang lebih rigid.
“Dulu kita bisa mengatur anggaran secara mandiri. Sekarang, Dispora hanya membiayai poin-poin tertentu seperti keberangkatan atlet, pelatihan, atau Rakerda. Belum ada regulasi untuk pemberian dana operasional secara menyeluruh ke cabang olahraga,” ujar Bambang.
Padahal, menurutnya, pengembangan sepak bola memerlukan proses panjang yang mencakup operasional pelatih hingga latihan rutin atlet yang membutuhkan dukungan dana stabil. Sebagai gambaran, pada 2025 lalu, PSSI Lumajang menerima hibah Rp250 juta, sementara kebutuhan operasional riil mencapai lebih dari Rp300 juta.
Menyikapi keterbatasan anggaran, PSSI Lumajang mengambil langkah strategis dengan memfokuskan sumber daya pada kelompok U-10 dan U-12 melalui akademi PSIL. Bambang menekankan pentingnya ekosistem sepak bola yang mandiri.
- Sistem Iuran: Askab mulai menerapkan sistem iuran bagi peserta kompetisi untuk menutupi biaya pertandingan resmi.
- Optimalisasi Akademi: Fokus pada bibit muda untuk menjamin regenerasi pemain.
Meski diterjang isu finansial, prestasi Lumajang tetap mengkilap. Terbukti dengan raihan Juara 4 tingkat Jawa Timur pada Piala Suratin. Bahkan, talenta muda seperti Lintang (U-15) kini masuk radar Timnas Indonesia dan diproyeksikan menembus skuad Timnas U-17 tahun depan.
Selain urusan lapangan, Kongres PSSI Lumajang 2026 juga menetapkan perubahan fundamental pada Statuta Organisasi. Statuta lama resmi dicabut dan digantikan dengan versi terbaru yang mengacu pada aturan PSSI 2020 serta pembaruan 2026.

Perubahan Struktur Kepengurusan
Struktur Executive Committee (Exco) kini ditiadakan dan diganti dengan susunan yang lebih ramping dan fungsional:
- Ketua
- Sekretaris
- Bendahara
- Direktur Khusus (Membidangi masing-masing unit kegiatan)
Mekanisme Pemilihan Ketua Askab
Perubahan paling signifikan terjadi pada tata cara pemilihan ketua. Jika sebelumnya menggunakan sistem votinglangsung oleh anggota di daerah, kini mekanismenya adalah:
- Pembentukan Tim Seleksi di tingkat kabupaten.
- Penyaringan dan pemberian rekomendasi nama calon kepada PSSI Provinsi.
- PSSI Provinsi memegang kewenangan akhir dalam penentuan Ketua Askab PSSI Kabupaten.
“Sepak bola Lumajang harus mulai mandiri. Fokus kita adalah membina pemain muda dan terus mengejar prestasi meski tantangan pembiayaan semakin ketat,” pungkas Bambang menutup kongres tersebut.













