Pendidikan

Melalui Gerakan Sekolah Mengaji, SMPN 04 Lumajang Tingkatkan Nilai Religius Siswa

×

Melalui Gerakan Sekolah Mengaji, SMPN 04 Lumajang Tingkatkan Nilai Religius Siswa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – SMP Negeri 04 Lumajang terus berkomitmen meningkatkan nilai religius sekaligus membentuk karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.

Di bawah kepemimpinan Kepala SMPN 04 Lumajang, Mamik Setiyawati, sekolah menerapkan program mengaji Al-Qur’an secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Para siswa mengikuti kegiatan tersebut selama sekitar 1,5 jam setiap hari dengan bimbingan pengajar dari Tartila.

Program Gerakan Sekolah Mengaji tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam membiasakan siswa membaca dan mencintai Al-Qur’an. Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan karakter religius yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya mengaji Al-Qur’an, SMPN 04 Lumajang juga rutin menggelar sejumlah kegiatan keagamaan lainnya, seperti salat duha dan istigasah yang dilaksanakan setiap Jumat.

Khusus pada Jumat Manis, kegiatan istigasah dilaksanakan bersama wali murid di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Mamik Setiyawati mengatakan, pembiasaan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara konsisten telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa. Bahkan, sejumlah lulusan SMPN 04 Lumajang mampu melanjutkan pendidikan dengan bekal kemampuan menghafal Al-Qur’an.

“Tak jarang anak yang lulus dari SMP 4 kemudian hafiz Al-Qur’an. Tahun ini ada satu siswa yang lulus dengan hafiz Al-Qur’an,” ujar Mamik Setiyawati.

Menurutnya, kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang lebih baik.

Melalui pembiasaan nilai-nilai religius, siswa diharapkan memiliki rasa hormat dan ketaatan kepada orang tua maupun guru. Selain itu, lingkungan sekolah diharapkan semakin nyaman dan kondusif sehingga dapat mendukung perkembangan karakter sekaligus prestasi akademik siswa.

“Melalui pembiasaan seperti ini, kami berharap anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter yang baik, menghormati orang tua dan guru, serta memiliki bekal keagamaan dalam kehidupan mereka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *