Berita

PPI Kabupaten Probolinggo Angkat Bicara soal Dugaan Pemotongan Honor Paskibraka

×

PPI Kabupaten Probolinggo Angkat Bicara soal Dugaan Pemotongan Honor Paskibraka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polemik terkait dugaan pemotongan honor anggota Paskibraka Kabupaten Probolinggo terus bergulir. Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Probolinggo kini angkat bicara mengenai dugaan pemotongan honor yang disebut melibatkan oknum di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo.

Salah satu anggota PPI Kabupaten Probolinggo berinisial HD mengungkapkan adanya skema dugaan pemotongan honor yang terjadi pada kegiatan Paskibraka tahun 2025.

Menurut HD, pada saat itu terdapat empat instruktur yang terdiri atas dua instruktur inti dan dua instruktur bayangan. Keempat instruktur tersebut disebut menerima honor dengan nominal yang sama, yakni sekitar Rp3,3 juta.

Namun, setelah honor tersebut dicairkan, terdapat permintaan pengembalian dana sebesar Rp2,8 juta melalui admin. HD menyebut, pengembalian tersebut hanya dibebankan kepada instruktur bayangan.

“Untuk instruktur inti tidak ada potongan, hanya instruktur bayangan saja,” jelas HD.

HD mengatakan, dirinya memenuhi permintaan tersebut melalui transfer. Bukti transaksi dan percakapan terkait permintaan pengembalian dana itu hingga kini masih disimpannya.

“Saya simpan, Mas, takut ada apa-apa ke belakangnya karena kami dan teman-teman tidak mau kalau disalah-salahkan,” tegasnya.

HD berharap persoalan tersebut dapat diungkap secara terang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun merugikan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan Paskibraka.

“PPI sudah sangat maksimal dalam mengawal adik-adik paskibra. Hampir semua persiapan kita yang urus. Belakangan ada pihak yang mau mengkambinghitamkan kita, hal ini sangat mengecewakan,”katanya.

Di tahun sebelumnya, 2025, Pemotongan ini juga terjadi pada instruktur bayangan. Mereka yang harusnya menerima honor Rp 1,2 juta perorang, harus mengembalikan utuh kepada salah satu oknum Bakesbangpol.

“Yang diminta kembali itu, satu instruktur bayangan. Instrukturnya ada dua, persatu instruktur mendapatkan Rp 1,2 Juta. Satu honor diminta agar di kembalikan dan satunya tidak di kembalikan, diminta untuk dibagi dua. Ibarat kata numpang lewat di rekening aja,” kata RH, anggota PPI yang terlihat dalam prosesi paskibraka 2025.

Polemik dugaan pemotongan honor Paskibraka Kabupaten Probolinggo sebelumnya juga mendapat perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia. Lembaga tersebut disebut akan melaporkan dugaan pemotongan honor tersebut kepada pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *