LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Menghadapi dampak kemarau panjang yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Muhamad Nur Purnamasidi, menyalurkan bantuan air bersih melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Lumajang.
Pada tahap pertama, lebih dari 36 ribu liter air bersih disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah titik di Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan tersebut menyasar tandon air umum serta sejumlah fasilitas ibadah dan sosial yang membutuhkan pasokan air bersih.
Penentuan lokasi distribusi dilakukan berdasarkan skala prioritas dan aspirasi masyarakat yang sebelumnya disampaikan melalui Rumah Aspirasi Bang Pur.
Ketua Rumah Aspirasi Bang Pur di Lumajang, Pudoli Sandra, mengatakan penyaluran bantuan air bersih dilakukan melalui LAZISNU karena memiliki jangkauan distribusi yang luas serta kapasitas penyaluran yang memadai.
“Kita menyalurkan air bersih ini melalui LAZISNU, Mas, karena wilayah jangkauannya relatif jauh dan kapasitasnya lumayan besar,” ungkap Pudoli Sandra.
Warga Desa Penawungan Kesulitan Air Bersih
Salah satu lokasi penyaluran bantuan air bersih berada di Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso. Wilayah tersebut sejak lama mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, kemarau yang berlangsung lebih dari tiga bulan membuat persediaan air warga semakin menipis. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak hingga keperluan rumah tangga lainnya.
Kedatangan bantuan air bersih disambut antusias oleh warga. Mereka mengaku sangat terbantu karena akses terhadap sumber air bersih di wilayah tersebut masih terbatas.
“Terima kasih banyak, semoga bisa rutin. Soalnya persediaan air hujan kami sudah lama habis. Sementara akses air ke sini tidak ada,” ujar Im, salah seorang warga Desa Penawungan.
Warga menjelaskan, persoalan krisis air bersih di desa mereka bukan hal baru. Selama mengalami kesulitan air, masyarakat harus mencari berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain menunggu bantuan distribusi air dari pemerintah, sebagian warga terpaksa membeli air bersih secara mandiri ketika pasokan bantuan belum mencukupi.
“Selama ini, kami mendapat air dari bantuan pemerintah. Namun, terkadang kalau masih kurang, kami terpaksa membeli sendiri,” pungkasnya.
Belasan Desa di Lumajang Dilaporkan Mengalami Krisis Air
Sebelumnya, pada Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang merilis informasi mengenai belasan desa di enam kecamatan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau.
Kondisi tersebut menjadi perhatian berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama di wilayah yang sulit mengakses sumber air.
Pada tahap pertama ini, distribusi bantuan air bersih melalui LAZISNU PCNU Lumajang dijadwalkan menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Ranuyoso. Di antaranya Desa Meninjo, Desa Penawungan, Desa Wates Kulon, dan Desa Alun-Alun.
Melalui penyaluran tersebut, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terbantu selama musim kemarau, khususnya bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada













