Pemerintahan

Disnaker Lumajang Kelola DBHCHT Rp1,9 Miliar pada 2026, Biayai BPJS Ketenagakerjaan 15 Ribu Peserta

×

Disnaker Lumajang Kelola DBHCHT Rp1,9 Miliar pada 2026, Biayai BPJS Ketenagakerjaan 15 Ribu Peserta

Sebarkan artikel ini
Kepala Disnaker Kabupaten Lumajang, Subhan (Foto: DetikNusantara/Ardianto)
Example 468x60

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lumajang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp1,9 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat melalui program pelatihan kerja.

Kepala Disnaker Kabupaten Lumajang, Subhan, mengatakan bahwa dari total anggaran tersebut, sekitar Rp1,3 miliar dialokasikan untuk membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Program perlindungan jaminan sosial tersebut menyasar sejumlah kelompok masyarakat, di antaranya buruh tani tembakau, buruh tambang, serta masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga 4 dan tidak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Dengan anggaran tersebut, total peserta yang dicover BPJS Ketenagakerjaan mencapai lebih dari 15.000 orang,” kata Subhan saat ditemui di ruang kerjanya.

Sementara itu, sisa anggaran sekitar Rp600 juta dialokasikan untuk mendukung dua program pelatihan keterampilan, yakni pelatihan pembuatan roti dan kue serta pelatihan desain grafis.

Subhan menjelaskan, pelatihan pembuatan roti dan kue telah selesai dilaksanakan. Adapun pelatihan desain grafis dalam waktu dekat akan dibuka melalui mekanisme pendaftaran secara daring atau online.

Untuk mengikuti pelatihan desain grafis, calon peserta harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Persyaratan tersebut sama dengan program pelatihan pembuatan roti dan kue, yakni berusia 20 hingga 35 tahun serta memiliki pendidikan minimal SMA atau sederajat.

Setelah proses pendaftaran dibuka, Disnaker Lumajang akan melakukan verifikasi berkas sekaligus memastikan kesanggupan calon peserta untuk mengikuti seluruh tahapan pelatihan.

Hal itu menjadi perhatian karena pelatihan desain grafis direncanakan berlangsung selama 20 hari. Peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan secara penuh agar keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha.

Subhan berharap program pelatihan kerja yang bersumber dari DBHCHT tersebut mampu menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi. Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut memiliki keterampilan, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan usaha sendiri setelah menyelesaikan pelatihan.

“Kami berharap ke depan seluruh peserta pelatihan, baik yang mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue maupun desain grafis, bisa menjadi wirausaha mandiri dan tidak selalu bergantung pada perusahaan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha peserta, Disnaker Lumajang juga memberikan bantuan peralatan sesuai dengan bidang pelatihan masing-masing.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan selama mengikuti pelatihan, tetapi juga mendapatkan fasilitas pendukung untuk mulai merintis usaha secara mandiri.

“Karena mereka yang ikut pelatihan, kami bekali dengan peralatan,” pungkas Subhan.

Melalui pemanfaatan DBHCHT tahun 2026 ini, Disnaker Lumajang berharap perlindungan jaminan sosial bagi pekerja semakin luas, sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *