Pendidikan

Bupati Probolinggo Dorong Wisudawan Stikes Unhasa Berperan Atasi Stunting

×

Bupati Probolinggo Dorong Wisudawan Stikes Unhasa Berperan Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohamad Haris (Gus Haris), menghadiri prosesi wisuda Universitas Hafshawaty Zainul Hasan (Unhasa) di Gedung Islamic Centre Kraksaan, Kamis (27/11/2025). Kehadirannya sekaligus memberikan selamat serta dorongan kepada para lulusan yang telah berhasil menuntaskan pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Gus Haris menyampaikan apresiasi atas kerja keras para wisudawan hingga berhasil meraih gelar akademik. Ia berharap ilmu yang didapat tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan keberkahan bagi masyarakat.

“Para wisudawan hari ini bukan hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memulai perjalanan baru untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujarnya.

Gus Haris menekankan pentingnya peran lulusan Unhasa dalam menjawab tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, persoalan stunting dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, termasuk oleh para tenaga profesional di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Stunting masih menjadi beban bersama. Begitu juga pendidikan yang membutuhkan inovasi dan perbaikan. Saya berharap lulusan Unhasa bisa ambil bagian secara nyata,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Zainul Hasan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, turut memberikan pesan khusus kepada para wisudawan. Ia menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi dari sejauh mana seseorang mampu memberi manfaat bagi sesama.

“Nabi bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lainnya,” ungkapnya.

Kiai Mutawakkil juga menegaskan identitas Unhasa sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren dengan fokus pada ilmu terapan, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi nilai lebih karena keilmuan yang diajarkan dapat langsung diterapkan untuk kebutuhan masyarakat.

“Alumni Unhasa harus menjadi profesional yang tetap berakar pada nilai-nilai pesantren. Jadilah santri yang berilmu, berkarakter, dan mampu mengaplikasikan keilmuannya untuk umat,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *