Pendidikan

Cetak Peneliti Muda, MA Nurul Wahid Al Wahyuni Gelar Sidang KTI Standar Perguruan Tinggi

×

Cetak Peneliti Muda, MA Nurul Wahid Al Wahyuni Gelar Sidang KTI Standar Perguruan Tinggi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Tradisi akademik berbasis riset kini semakin mengakar kuat di jenjang Madrasah Aliyah. MA Nurul Wahid Al Wahyuni (MANW) Sumberan Besuk, Kabupaten Probolinggo, sukses menggelar Sidang Munaqasyah Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Minggu (08/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bukti konkret transformasi madrasah yang tidak hanya fokus pada penguatan karakter religius, tetapi juga serius membangun budaya literasi dan penelitian sejak dini. Menariknya, pelaksanaan sidang dikemas dengan format akademik menyerupai perguruan tinggi.

Memasuki hari kedua, sebanyak 7 siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan dewan penguji. Mereka adalah:

  • Nafidatul Kamilah
  • Alfin Fiqri Hudamminallah
  • Siti Nafilatul Jannah
  • Denis Kurniawan
  • Fatimatuzzahra
  • Muhammad Nanang Qosim
  • Faniatus Sa’diyah

Sidang dipimpin oleh Hasan Sidqi, M.Pd. selaku Ketua Sidang, dengan M. Imron Falasta, S.Kom. sebagai Dewan Penguji, serta dipandu oleh Eko Taufik, S.Pd. sebagai host acara.

Para peserta diuji secara sistematis, mulai dari orisinalitas latar belakang, ketepatan metodologi, hingga ketajaman analisis data. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, di mana penguji melontarkan pertanyaan kritis untuk menguji kedalaman penguasaan materi siswa.

Kepala MA Nurul Wahid Al Wahyuni, Fathorrosi, M.Pd., menegaskan bahwa munaqasyah ini adalah langkah strategis untuk membiasakan siswa berpikir kritis dan sistematis.

“Kami ingin membuktikan bahwa madrasah mampu melaksanakan riset ilmiah secara terstruktur. Siswa harus terbiasa mempertanggungjawabkan gagasannya secara akademis. Inilah wujud nyata madrasah berbasis riset,” tegas Fathorrosi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Sidang, Hasan Sidqi, M.Pd., mengapresiasi kesiapan intelektual para siswa. Menurutnya, keberanian akademik yang ditunjukkan peserta menunjukkan potensi besar mereka sebelum melangkah ke dunia kampus.

Pelaksanaan Sidang KTI ini mempertegas komitmen MA Nurul Wahid Al Wahyuni dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan membekali siswa kemampuan riset, madrasah di Sumberan Besuk ini optimis lulusannya akan lebih kompetitif di jenjang pendidikan tinggi.

Melalui momentum ini, MA Nurul Wahid Al Wahyuni membuktikan bahwa keterbatasan jenjang bukan penghalang untuk melahirkan inovasi dan karya ilmiah yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *