Ekonomi

Dukung SDGs, PLN Nusantara Power Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Digital di Desa Pondok Kelor

×

Dukung SDGs, PLN Nusantara Power Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Digital di Desa Pondok Kelor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) UP Paiton terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada Selasa (3/3), perusahaan secara resmi menyerahkan bantuan peralatan operasional kepada Kelompok Bank Sampah Digital “Simponi” di Desa Pondok Kelor, Kabupaten Probolinggo.

Bantuan yang diserahkan meliputi infrastruktur penunjang seperti keranjang pemilah, bak sortasi, timbangan digital, hingga renovasi Rumah Bank Sampah agar lebih layak dan representatif. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mengoptimalkan sistem administrasi berbasis digital yang menjadi keunggulan kelompok ini.

Keunggulan utama dari program ini adalah penggunaan portal aplikasi digital. Melalui sistem ini, setiap setoran sampah warga akan tercatat secara otomatis. Masyarakat dapat memantau catatan transaksi dan saldo mereka secara real-time, yang memastikan proses administrasi berjalan transparan dan akuntabel.

Kepala Desa Pondok Kelor, Frederick Ade Candra, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program ini membawa dampak ganda bagi warga.

“Program ini sangat bermanfaat. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, sistem digital memudahkan masyarakat memantau saldo secara real-time. Ini bukan sekadar urusan sampah, tapi juga peluang ekonomi inovatif bagi warga kami,” ujar Frederick.

Program Bank Sampah Digital ini merupakan wujud nyata kontribusi PLN NP UP Paiton dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta penanganan perubahan iklim.

Dengan dukungan infrastruktur yang lebih modern, Bank Sampah Digital Desa Pondok Kelor diharapkan menjadi pilot project atau model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Probolinggo. Sinergi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara sektor industri dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *