SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Suasana menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kian terasa di Kepulauan Kangean. Warga mulai memadati pasar-pasar tradisional untuk mempersiapkan bahan pangan guna menyajikan menu istimewa bagi keluarga dan sanak famili di hari kemenangan yang dinanti.
Berdasarkan pantauan media pada Rabu (18/3/2026) atau H-2 lebaran, lonjakan pengunjung terlihat signifikan di sejumlah titik ekonomi. Beberapa pusat keramaian tersebut antara lain Pasar Desa Kalisangka, Pasar Desa Pandeman, Pasar SBA Arjasa, hingga Pasar Tradisional Desa Arjasa.
Khusus di Pasar Tradisional Arjasa yang terletak di tepi jalan poros, arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat sempat mengalami kepadatan. Hal ini dipicu oleh tingginya antusiasme warga yang ingin berbelanja kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, sayuran, buah-buahan, hingga komoditas daging dan ikan.
Ramainya pembeli di detik-detik akhir Ramadan ini membuat para pedagang mengaku cukup kewalahan melayani pesanan yang datang silih berganti. Meski demikian, mereka bersyukur karena dagangan lari manis tanpa sisa.
Menariknya, di tengah tingginya permintaan, harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kepulauan Kangean terpantau tetap stabil tanpa kenaikan harga yang signifikan. Pengunjung masih bisa menikmati harga normal, terutama untuk komoditas daging sapi, daging ayam, dan ikan laut.
“Harga-harga masih stabil, Pak. Kami perhatikan sejak dua hari terakhir tidak ada kenaikan harga yang drastis meski lebaran sudah sangat dekat,” ujar salah satu pedagang kepada awak media.
Ketua Komisi Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik (KPKKP), H. Syafiuddin, menilai stabilitas harga ini terjadi berkat langkah antisipatif para pengusaha lokal. Menurutnya, para pelaku usaha telah menyediakan stok barang yang cukup sebagai langkah berjaga-jaga terhadap cuaca yang tidak menentu.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Warga Kangean (KWK) ini menambahkan bahwa ketersediaan bahan pangan yang melimpah menjadi kunci utama harga tidak bergejolak, termasuk kesiapan stok untuk mendukung program pangan berkelanjutan. Lonjakan pengunjung sendiri diperkirakan masih akan berlangsung hingga H-1 Lebaran esok hari.













