Wisata

Lebaran Golok 2026 di Setu Babakan: Tradisi Baru yang Bikin Penasaran Ribuan Pendekar!

×

Lebaran Golok 2026 di Setu Babakan: Tradisi Baru yang Bikin Penasaran Ribuan Pendekar!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA SELATAN – Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan, menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan Lebaran Golok yang digelar untuk pertama kalinya oleh komunitas Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN), Sabtu (12/4/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka dengan kemeriahan pertunjukan budaya dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah, seperti Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Para peserta tampak mengenakan busana tradisional, di antaranya pakaian pangsi, busana pendekar, serta pakaian adat lainnya.

 

Acara Lebaran Golok menampilkan sejumlah rangkaian kegiatan, seperti pertunjukan Silat Golok, pameran golok, serta sarasehan budaya yang membahas sejarah dan nilai filosofis golok dalam tradisi masyarakat Betawi.

 

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pembina GPSN Gatut Susanta, Penasehat GPSN Dedie A. Rachim, serta Laksamana Yulianto. Selain itu, perwakilan unsur Kodam Jaya, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, tokoh budaya Betawi, para pendekar, dan pesilat dari berbagai perguruan juga ikut meramaikan kegiatan.

 

Gatut Susanta menyampaikan bahwa istilah “Lebaran Golok” sengaja digunakan sebagai bentuk inovasi dalam kegiatan budaya agar menarik perhatian masyarakat.

 

“Kalau hanya memakai istilah sarasehan atau seminar mungkin sudah biasa. Maka dibuat istilah baru agar menimbulkan rasa penasaran masyarakat, dan ternyata antusiasme yang hadir cukup tinggi,” ujarnya.

 

Selain sarasehan, pertunjukan seni kreasi silat golok dari berbagai perguruan turut ditampilkan. Atraksi tersebut menampilkan keindahan gerak, ketangkasan menggunakan golok, serta nilai bela diri tradisional.

 

GPSN juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya melalui program “Golok Road to UNESCO”, yakni gagasan untuk mendorong golok sebagai warisan budaya tak benda yang diakui dunia.

 

Penasehat GPSN sekaligus Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam sambutannya mengapresiasi penyelenggaraan Lebaran Golok sebagai langkah nyata menjaga tradisi Nusantara.

 

“Golok bukan hanya benda pusaka, tetapi juga simbol kehormatan, jati diri, dan kearifan lokal. Generasi muda, termasuk Gen Z, perlu terus dilibatkan agar budaya ini tidak hilang,” kata Dedie.

 

Sementara itu, Kepala UP Setu Babakan, Deby, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Setu Babakan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan budaya tersebut.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat peran Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi.

 

Ketua GPSN sekaligus Ketua Panitia, Teguh Cahyadi, mengajak masyarakat dan seluruh anggota GPSN menjaga kekompakan serta memperkuat citra golok sebagai warisan budaya, bukan identik dengan kekerasan.

 

“Stigma golok sebagai sarana tawuran harus dihilangkan. Pada masa lalu, golok adalah pusaka para pejuang dalam melawan penjajahan,” ujarnya.

 

Kegiatan Lebaran Golok GPSN 2026 juga menjadi ajang silaturahmi dan halal bihalal antaranggota GPSN serta perguruan silat. Dalam kesempatan tersebut, panitia turut meluncurkan buku berjudul Merawat Golok Sepuh secara Fisik dan Spiritual. – RCX

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *