PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Forum Silaturahmi Ning Ajwa merayakan Milad ke-4 dengan khidmat di Aula Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (4/1/2026).
Nama “Ning Ajwa” sendiri filosofinya diambil dari kurma Ajwa yang ditanam langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana manfaat kurma tersebut, forum silaturahmi yang beranggotakan putri para kiai ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi umat, khususnya bagi santri di pondok pesantren.
Rangkaian acara diawali dengan pemberian santunan kepada janda lansia, penampilan seni dari santri Ponpes Islamiyah Syafi’iyah, serta menyanyikan Mars Ning Ajwa dan Hubbul Wathon. Puncak peringatan milad ditandai dengan pemotongan kue oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Haris, yang dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Ketua Forum Silaturahmi Ning Ajwa, Ning Nurhayati Baqir.

Dalam sambutannya, Ning Nurhayati Baqir menceritakan perjalanan forum ini. Pada awal terbentuk, Ning Ajwa hanya beranggotakan 15 orang dari 5 pondok pesantren. Kini, di usia yang keempat, anggotanya telah berkembang pesat mencapai 170 orang dari 75 pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo.
“Kami merangkul semua, mulai dari pondok besar hingga pondok kecil, agar bisa saling berbagi dan bertukar pendapat demi kemajuan pesantren masing-masing di Probolinggo,” jelas Ning Nurhayati.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Ning Ajwa, Ning Dewi Wardah, berharap momentum ini dapat mempererat hubungan antarpesantren tanpa memandang skala institusinya.
“Tidak ada perbedaan antara pondok pesantren besar maupun kecil. Kami berharap pesantren besar dapat memberikan teladan dan pendampingan bagi pesantren yang lebih kecil,” harapnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Marisa Haris. Ia berharap forum ini semakin solid dalam menebar keberkahan.
“Alhamdulillah, kami bisa hadir di sini. Semoga ke depan Ning Ajwa semakin rukun, semangat, solid, dan terus memberikan keberkahan untuk semua,” ungkap Ning Marisa.

Acara milad ini ditutup dengan sesi talkshow inspiratif yang menghadirkan narasumber asal Mojokerto, Ning Uswah Syauqie. Diskusi tersebut mengangkat tema hangat, yakni “Membangun Bonding antara Pengasuh dan Santri,” sebagai upaya memperkuat ikatan emosional di lingkungan pendidikan pesantren.













