Religi

Pererat Ukhuwah, Ponpes Ummul Hasanah Gelar Haul Guru Endol dan Peringatan Isra Mi’raj

×

Pererat Ukhuwah, Ponpes Ummul Hasanah Gelar Haul Guru Endol dan Peringatan Isra Mi’raj

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUMENEP, DetikNusantara.co.id – Dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat kecintaan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Yayasan Pondok Pesantren Ummul Hasanah Timur Jang-Jang menggelar peringatan Isra Mi’raj sekaligus Haul akbar, Sabtu malam (10/1/2026).

Acara yang dipusatkan di lingkungan pesantren yang berlokasi di Desa Timur Jang-Jang, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep ini berlangsung khidmat. Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur pemerintah, wali santri, komunitas Geslim 4444, serta rombongan ulama kondang dari Situbondo dan Madura, di antaranya KH. Syainuri Syufyan, KH. Asmawi Ratib, Habib Muhdar, dan KH. Kholiful Maksum.

Selain memperingati perjalanan suci Rasulullah, momen ini juga menjadi ajang penghormatan melalui Haul almarhum Abdullah bin Bulleng atau yang akrab disapa Guru Endol. Beliau merupakan sosok perintis pertama yang mendirikan langgar kecil sebagai tempat mengaji anak-anak di wilayah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, dedikasi Guru Endol membuahkan hasil. Langgar sederhana itu kini berkembang pesat menjadi Yayasan Pondok Pesantren Ummul Hasanah yang menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga pendidikan non-formal berupa pengajian kitab kuning.

Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Hasanah, Ustaz Mohammad Hasan, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini digelar semata-mata untuk mengharap rida Allah SWT, syafaat Rasulullah, serta keberkahan dari para perintis yayasan.

“Peringatan Isra Mi’raj ini adalah sarana mempererat silaturahmi. Kami berharap tetap istiqamah dan diberi kekuatan untuk mendidik santri demi mencerdaskan kehidupan bangsa dalam bingkai syiar Islam,” ujar Ustaz Hasan sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu menyukseskan acara.

Sebagai acara pamungkas, KH. Syainuri Syufyan selaku pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bunga Saletreng, Situbondo, menyampaikan tausiyah mengenai hakikat perintah salat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW di Sidratul Muntaha. Beliau menekankan pentingnya keyakinan dalam menuntut ilmu agar keberkahannya dapat diamalkan dalam kehidupan nyata.

Meski sempat terkendala cuaca dan beberapa hambatan teknis, acara yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil bersama, serta selawat Nariyah ini tetap berjalan dengan lancar dan penuh kekhusyukan hingga akhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *