Berita

Perkuat Mental Warga Binaan, Kemenag dan Rutan Kraksaan Gelar Pembinaan Rohani

×

Perkuat Mental Warga Binaan, Kemenag dan Rutan Kraksaan Gelar Pembinaan Rohani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus berkomitmen meningkatkan kualitas spiritual warga binaannya. Bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Rutan Kraksaan menggelar pembinaan rohani bagi sekitar 200 warga binaan laki-laki dan perempuan, Kamis (12/2/20226).

Kegiatan yang melibatkan penyuluh agama dari KUA Gending, KUA Krejengan, dan KUA Maron ini mengusung tema keutamaan bulan suci Ramadhan serta urgensi sifat sabar dalam menghadapi ujian hidup.

Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemenag Probolinggo atas konsistensinya dalam membimbing warga binaan.

“Kami berharap sinergi ini terus berjalan, mengingat 90 persen penghuni rutan adalah warga lokal Kabupaten Probolinggo. Kami juga berharap pemerintah daerah semakin meningkatkan kontribusinya bagi pembinaan mereka,” ujar Galih.

Senada dengan itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yasin Zaini, menekankan bahwa pencerahan spiritual ini bertujuan agar warga binaan tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

“Tujuannya agar mereka mampu berperilaku lebih baik dan siap kembali hidup bahagia di tengah masyarakat,” tambah Yasin. Ia juga mengusulkan adanya program pasca-bebas, seperti padat karya, untuk menopang ekonomi keluarga mantan warga binaan.

Tak hanya soal rohani, Rutan Kraksaan juga membekali penghuninya dengan berbagai keterampilan produktif seperti pembuatan gitar, kerajinan celengan, hingga membatik yang bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Probolinggo.

Humas Rutan, Buhromi Fauzi, mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada mantan narapidana.

“Kami memberikan wadah kreativitas, bahkan mereka ikut serta dalam lomba pidato digital yang digelar PCNU Kraksaan. Namun, tantangan utama kami saat ini adalah pemasaran produk hasil karya mereka. Kami sangat terbuka jika pihak swasta atau pemerintah mau berkolaborasi dalam pemasaran,” jelas Buhromi.

Di sisi lain, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, M. Imanuddin Nur Fajri, terus mendorong para penyuluh agama Islam untuk meningkatkan kualitas materi pembinaan.

Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat krusial untuk menjaga harmoni dan memastikan pesan-pesan keagamaan tersampaikan dengan efektif, terutama di lingkungan khusus seperti Rutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *