PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Probolinggo kembali menuai kontroversi. Kali ini, protes keras datang dari wali murid di TK Desa Matekan, Kecamatan Besuk, yang menilai paket makanan untuk siswa jauh dari standar gizi yang dijanjikan pemerintah.
Seorang wali murid berinisial Z mengungkapkan kekecewaannya karena paket menu yang diterima anaknya dianggap sangat minim. Menurutnya, isi paket tersebut tidak mencerminkan anggaran besar yang dialokasikan untuk program nasional ini.
Berdasarkan keterangan Z, paket menu MBG yang diterima siswa hanya berisi:
- 1 kotak susu UHT
- 3 butir telur ayam
- 1 buah jeruk
- 1 plastik klip kecil abon
“Bukannya memenuhi gizi siswa, tapi seolah-olah dijadikan lahan keuntungan. Informasi yang kami terima itu untuk 1 minggu ini,” ujar Z kepada awak media, Selasa (24/2/2026).
Z bahkan menduga adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran oleh pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Matekan. Ia berharap ada pengawasan ketat agar program ini tidak disalahgunakan.
Menanggapi keluhan tersebut, pemilik SPPG Matekan, Nabilul Fikri, memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, ia menjelaskan bahwa paket tersebut bukan untuk satu minggu, melainkan untuk durasi tiga hari.
“Aturan BGN (Badan Gizi Nasional) tidak ada yang untuk lima hari, tapi tiga hari semua. Anggarannya Rp27.000 per orang untuk tiga hari,” jelas Nabilul.
Meskipun telah diklarifikasi, perbedaan persepsi antara pengelola dan wali murid ini memicu perdebatan mengenai efektivitas distribusi dan kualitas pangan yang sampai ke tangan siswa di lapangan.













