Categories: Berita

PROJO Probolinggo Dukung Kompromi Pilkada: Gubernur Dipilih DPRD, Bupati/Wali Kota Tetap Dipilih Langsung

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Ketua DPC PROJO Kabupaten Probolinggo, Agus Mulyanto, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, mengenai usulan kompromi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam skema tersebut, pemilihan Gubernur diusulkan dilakukan melalui DPRD, sementara pemilihan Bupati dan Wali Kota tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat, dengan pengecualian untuk wilayah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Agus, mekanisme pemilihan Gubernur melalui DPRD merupakan jalan tengah yang realistis mengingat fungsi Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah.

“Langkah ini adalah solusi moderat untuk menjaga stabilitas pemerintahan daerah di tengah dinamika politik nasional,” ujar Agus.

Poin-Poin Utama Dukungan PROJO:

  • Sinergi Eksekutif-Legislatif: Pemilihan Gubernur oleh DPRD diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi dan legislatif.
  • Kedaulatan Akar Rumput: Pemilihan langsung Bupati dan Wali Kota tetap dipertahankan guna menjamin hak demokrasi masyarakat di tingkat lokal.
  • Efisiensi dan Efektivitas: Mengedepankan efisiensi anggaran dan birokrasi tanpa mengabaikan esensi demokrasi.

Agus menegaskan bahwa meskipun mekanisme berubah, aspek teknis harus tetap dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan demokratis. Hal ini penting agar kebijakan tersebut tidak menyimpang dari semangat reformasi.

“Yang terpenting bukan semata-mata mekanismenya, tetapi bagaimana memastikan Kepala Daerah yang terpilih benar-benar bekerja untuk rakyat, bebas dari praktik transaksional, dan mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Agus menyampaikan bahwa sesuai instruksi Ketua Umum Budi Arie Setiadi, PROJO di tingkat daerah akan terus mengawal pembahasan kebijakan ini agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

“Kompromi ini harus menjadi sarana memperkuat Demokrasi Pancasila. Efisiensi memang penting bagi pemerintah, namun kegembiraan rakyat dalam berdemokrasi tidak boleh dihilangkan. Rakyat berhak merayakan pesta demokrasi dengan bahagia,” pungkas Ketua PROJO Kabupaten Probolinggo tersebut.

Admin

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

11 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

14 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

14 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

15 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

15 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

16 jam ago