LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Ribuan warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memadati kegiatan doa bersama dan jalan sehat pada Minggu (28/12/2025). Acara yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat setempat, H. Toha, ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-770 sekaligus menyambut Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar Kabupaten Lumajang, khususnya Desa Pandansari, senantiasa diberikan keselamatan dan dijauhkan dari berbagai musibah, termasuk potensi erupsi Gunung Semeru.
H. Toha mengungkapkan bahwa sebagai putra daerah, dirinya merasa terpanggil untuk berkontribusi dalam perayaan Harjalu melalui kegiatan yang bersifat religius sekaligus menyehatkan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat kekompakan warga. Kita awali dengan doa bersama agar Lumajang, khususnya warga Desa Pandansari, terhindar dari segala bala dan bencana alam,” ujar H. Toha di sela-sela acara.

Sebelum bendera start jalan sehat dikibarkan, ribuan warga tampak khusyuk memanjatkan doa. Mereka memohon agar di tahun yang baru, masyarakat Indonesia, khususnya Lumajang, diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran rezeki.
Pria yang berprofesi sebagai pengacara dan pengusaha tebu ini menambahkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2023. Menariknya, seluruh pendanaan acara ini berasal dari dana pribadi sebagai bentuk syukur dan ajang berbagi rezeki.
“Tahun ini kami menyediakan hadiah utama satu unit sepeda motor. Insyaallah, tahun depan hadiahnya akan lebih besar, yakni satu ekor sapi. Saya berharap ke depan masyarakat semakin kompak dan tenteram,” tambahnya.

Selain satu unit motor, panitia juga menyediakan tujuh ekor kambing serta ratusan doorprize menarik lainnya. Antusiasme tinggi warga tidak hanya menyemarakkan suasana, tetapi juga membawa berkah bagi para pelaku UMKM. Pedagang lokal melaporkan kenaikan omzet yang signifikan selama acara berlangsung.
“Alhamdulillah, dagangan saya laku keras. Biasanya paling dapat Rp100 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp300 ribu,” ungkap Emi, salah satu pedagang yang meraup untung lebih dari 100 persen berkat keramaian tersebut.



