PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) menggelar audiensi strategis bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo pada Jumat (23/1/2026). Pertemuan ini fokus membahas optimalisasi tata kelola dan penataan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di level desa dan kecamatan.
Hadir dalam agenda tersebut Ketua FKPS, dr. Syahrudi, beserta jajaran pengurus, yang disambut langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, beserta jajaran teknis DLH.
Sampah Adalah Tanggung Jawab Bersama
Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, menegaskan bahwa krisis sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Menurutnya, butuh kolaborasi masif mulai dari struktur pemerintahan terbawah hingga kesadaran individu.
“Permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH, melainkan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan komitmen kuat dari pemerintah desa, pihak kecamatan, hingga partisipasi aktif masyarakat,” tegas Roby.
Beliau juga menyoroti pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya sebagai kunci efisiensi pengelolaan sampah di TPS. Jika masyarakat disiplin memilah sampah rumah tangga, beban kerja di hilir (TPS/TPA) akan jauh lebih ringan dan berdampak positif bagi ekosistem lingkungan.
TPS Bukan Sekadar Bangunan Fisik
Senada dengan hal tersebut, Ketua FKPS dr. Syahrudi mengingatkan bahwa keberadaan infrastruktur TPS tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya perubahan perilaku sosial.
“TPS bukan sekadar tempat penampungan sementara secara fisik. Dibutuhkan kesadaran kolektif untuk mengelola sampah secara benar agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat sesuai prinsip kesehatan lingkungan,” ujar dr. Syahrudi.
Poin Penting Hasil Audiensi:
- Sinergitas Antarlembaga: Memperkuat koordinasi antara FKPS, DLH, dan Pemerintah Desa.
- Langkah Konkret: Merumuskan regulasi atau SOP pengelolaan sampah yang bisa langsung diimplementasikan di tingkat desa.
- Edukasi Masyarakat: Mendorong gerakan pilah sampah secara berkelanjutan.
Melalui audiensi ini, diharapkan muncul langkah nyata yang dapat diaplikasikan segera di setiap kecamatan se-Kabupaten Probolinggo guna mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.









