PROBOLINGGO, DETIKNUSANTARA.CO.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola organisasi, khususnya dalam aspek legalitas aset dan perlindungan hukum bagi institusi pesantren. Hal ini menjadi poin krusial dalam upaya menjaga keberlangsungan khidmah NU bagi umat di masa depan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Silaturrahmi dan Buka Puasa Bersama yang digelar oleh Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PCNU Kraksaan di kediaman H. Moh. Taufik, SH., MH., Rabu (18/3/2026). Acara yang berlangsung bertepatan dengan 28 Ramadhan 1447 H ini dihadiri oleh jajaran struktural NU, akademisi, serta tokoh agama setempat.
Urgensi Penyelamatan Aset
Ketua PCNU Kraksaan, KH. Hafidzul Hakim, dalam sambutan dan tausyiahnya menekankan bahwa tantangan organisasi ke depan semakin kompleks. Ia memberikan instruksi khusus kepada LPBH PCNU Kraksaan untuk memprioritaskan penyelamatan aset-aset milik organisasi agar memiliki kekuatan hukum yang tetap.
“LPBH PCNU Kraksaan mengemban tugas berat ke depan, terutama mengenai penyelamatan aset-aset NU. Selain itu, pendampingan terhadap persoalan hukum yang berkaitan dengan pesantren juga harus menjadi fokus utama,” ujar KH. Hafidzul Hakim.
Menurutnya, sinkronisasi antara hukum negara dan administrasi organisasi sangat penting agar aset yang dikelola secara turun-temurun tidak mengalami sengketa di kemudian hari.
Sinergi dan Khidmah
Ketua LPBH PCNU Kraksaan, Achmad Mukhoffi, SH., MH., menyatakan kesiapannya untuk menjalankan mandat tersebut. Ia memandang bahwa penguatan aspek hukum merupakan bagian dari tema besar acara, yakni “Mempererat Ukhuwah, Menguatkan Khidmat untuk Umat – Bangkit Bersinergi Bermanfaat”.
Pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi lintas sektor. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kraksaan, KH Zainuddin, Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, serta akademisi dari UIN KHAS Jember, Dr. Rosyadi Badar. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan adanya dukungan kolektif dalam mengawal isu-isu hukum dan sosial di wilayah Kraksaan.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Rosyadi Badar. Melalui kegiatan ini, PCNU Kraksaan berharap seluruh perangkat organisasi, mulai dari lembaga hingga badan otonom, dapat bergerak lebih progresif dan tertib secara manajerial demi kemaslahatan jemaah. (Red)













