Berita

Temuan Sidak MBG Probolinggo: Ahli Gizi di SPPG Matekan, Besuk Ternyata Bukan Lulusan Gizi!

×

Temuan Sidak MBG Probolinggo: Ahli Gizi di SPPG Matekan, Besuk Ternyata Bukan Lulusan Gizi!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengungkap temuan mengejutkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Matekan, Kecamatan Besuk, Rabu (8/4/2026).

Terungkap bahwa tenaga yang bertugas menyusun menu gizi di lembaga tersebut bukan merupakan lulusan ahli gizi, melainkan lulusan sarjana Kesehatan Masyarakat (Kesmas). Hal ini diduga kuat menjadi penyebab tidak akuratnya takaran nutrisi yang disajikan kepada masyarakat.

Sidak ini bermula dari aduan masyarakat mengenai menu makanan di SDN Krampilan yang dianggap tidak layak. Ugas Irwanto menemukan bahwa porsi makanan yang diberikan kepada siswa, ibu menyusui, hingga balita dipukul rata atau disamakan, padahal kebutuhan kalorinya berbeda.

“Kami menemukan fakta di lapangan bahwa menu yang disajikan nilainya tidak sampai Rp10.000 per porsi. Serta porsi untuk siswa, ibu menyusui, dan balita semuanya sama,” jelas Ugas.

Kecurigaan Satgas MBG terhadap rendahnya kualitas menu terjawab saat tim mendatangi SPPG Matekan. Minimnya pemahaman terkait regulasi gizi spesifik di lokasi tersebut ternyata dikarenakan latar belakang pendidikan tenaga ahlinya yang tidak relevan.

“Setelah kami sidak ke SPPG Matekan, ternyata ahli gizinya lulusan dari jurusan Kesmas, jadi tidak begitu paham teknis terkait pemenuhan gizi yang sesuai standar,” tegas Ugas Irwanto.

Masalah kompetensi ini menjadi sorotan serius karena menyangkut kesehatan anak sekolah dan kelompok rentan lainnya. Namun, saat dikonfirmasi mengenai legalitas tenaga kerja dan standar menu di SPPG-nya, pemilik SPPG Matekan, Nabilul Fikri, tidak memberikan respons sedikit pun.

Satgas MBG Kabupaten Probolinggo memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor atau penyedia layanan yang tidak memenuhi kualifikasi profesional, demi menjamin keberhasilan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *