Categories: Pemerintahan

Tinjau Jembatan Curah Bubur, Feri Gita Rahayu Pastikan Aktivitas Warga Probolinggo Tetap Aman

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem Dapil IV, Feri Gita Rahayu, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Curah Bubur di Desa Paras, Kecamatan Banyuanyar, Rabu (2/9/2026).

Peninjauan dilakukan sebagai respons atas aspirasi masyarakat menyusul penutupan dan proses perbaikan jembatan. Feri ingin memastikan mobilitas warga tetap aman dan lancar, terutama akses anak-anak menuju sekolah serta aktivitas ekonomi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Proyek pelebaran Jembatan Curah Bubur diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Karena itu, Feri meminta pemerintah daerah tidak hanya memperhatikan progres pembangunan, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat selama jembatan belum dapat digunakan secara normal.

“Niatan pemerintah daerah membangun dan memperlebar jembatan ini tentu sangat baik bagi kemajuan infrastruktur Probolinggo. Namun, selama masa pengerjaan empat bulan ke depan, rasa aman, keselamatan, dan ketenangan warga harus menjadi prioritas utama,” ujar Feri saat berada di lokasi.

Menurut Feri, akses masyarakat tidak boleh sampai terganggu akibat pekerjaan konstruksi. Anak-anak harus tetap dapat berangkat sekolah dengan aman. Demikian pula para pekerja pabrik kayu dan pedagang yang setiap hari membutuhkan akses menuju Pasar Sapi Banyuanyar maupun Maron.

Dalam tinjauan tersebut, Feri mengapresiasi langkah pemerintah desa dan warga yang bergotong royong membuat portal serta penunjuk arah sederhana menggunakan bambu.

Fasilitas swadaya tersebut dinilai membantu mengarahkan pengendara selama Jembatan Curah Bubur ditutup. Namun, menurut Feri, fasilitas sementara itu perlu segera dilengkapi dengan penanganan teknis dari pemerintah daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalur darurat di dasar curah yang digunakan masyarakat. Jalur tersebut dinilai perlu segera dipadatkan dan ditata agar lebih aman bagi pengguna.

“Kondisi jalur darurat ini perlu segera ditangani. Permukaannya berdebu dan berpotensi licin. Karena itu, perlu pemadatan serta penataan, termasuk pengamanan pada bagian yang rawan longsor,” jelasnya.

Feri juga mendesak Dinas Perhubungan segera memasang rambu-rambu resmi terkait pengalihan arus lalu lintas.

Rambu tersebut diperlukan di sejumlah persimpangan strategis agar masyarakat maupun pengendara dari luar daerah tidak kebingungan menentukan jalur selama Jembatan Curah Bubur dalam masa perbaikan.

Menurutnya, keberadaan rambu sangat penting bagi kendaraan yang melintas, termasuk angkutan ternak yang menuju kawasan Banyuanyar dan Maron.

“Petunjuk pengalihan harus jelas dan dipasang di titik-titik strategis. Jangan sampai pengendara yang tidak mengetahui kondisi wilayah justru kebingungan atau memilih jalur yang kurang aman,” tegas Feri.

Selain pemasangan rambu, Feri mendorong adanya rekayasa lalu lintas yang jelas selama pembangunan jembatan berlangsung.

Ia mengusulkan jalur di dasar curah diprioritaskan untuk pejalan kaki dengan dilengkapi pagar pembatas yang kokoh. Sementara kendaraan roda dua dan roda empat diarahkan melalui jalur alternatif lingkar yang dinilai lebih stabil.

Untuk memastikan pengaturan tersebut berjalan optimal, Feri meminta Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa memperkuat koordinasi serta melakukan pemantauan secara berkala.

“Rekayasa lalu lintas harus terus dipantau. Kalau ada kendala di lapangan, harus segera dicarikan solusi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Feri menegaskan, pengawasan terhadap penanganan Jembatan Curah Bubur tidak berhenti pada kunjungan lapangan.

Ia menyebut komunikasi dengan pihak eksekutif terus dilakukan bersama rekan legislator Dapil IV dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Hidayat, untuk mendorong percepatan penanganan jalur pengalihan dan fasilitas keselamatan masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan warga merasa tenang, terlindungi, dan terlayani. Tidak boleh ada kekhawatiran yang berlarut-larut di tengah masyarakat,” ujar Feri.

“Kami di legislatif berkomitmen terus mengawal dinas terkait agar fasilitas jalur pengalihan dan keselamatan perlintasan darurat ini dapat diselesaikan secara cepat dan layak,” imbuhnya.

Feri berharap pembangunan dan pelebaran Jembatan Curah Bubur dapat berjalan sesuai target sehingga akses masyarakat kembali normal.

Selama proses pengerjaan berlangsung, masyarakat diimbau tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta menggunakan jalur pengalihan yang telah disediakan demi keselamatan bersama.

Dengan pengawasan dan koordinasi yang baik, pembangunan Jembatan Curah Bubur diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga tetap menjamin keamanan, kelancaran aktivitas, serta keberlangsungan perekonomian masyarakat selama masa pengerjaan.

Admin

Recent Posts

LBH Justisia Arunakara Apresiasi Kemenag Probolinggo Tangani Polemik Yayasan Ihyaul Islam Prasi Gading

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justisia Arunakara Indonesia mengapresiasi sikap Kantor Kementerian Agama…

20 jam ago

Diduga Ditawari Jasa Pengurusan Aduan Hukum Rp 30 Juta Oleh Ormas di Probolinggo , Pemilik RPH Pilih Pengacara

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Seorang pemilik rumah potong hewan (RPH) di Kabupaten Probolinggo berinisial S mengaku…

1 hari ago

Viral Flayer Ugas Irwanto Digadang Maju Pilbup Probolinggo, Ini Tanggapannya

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Viral sebuah flayer di media sosial yang mengaitkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten…

4 hari ago

Bakesbangpol Probolinggo Ingatkan Ormas, Jangan Jadikan Aspirasi Publik sebagai Alat Mencari Keuntungan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo mengingatkan organisasi kemasyarakatan (ormas)…

4 hari ago

Bupati Lumajang Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jatim, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang Indah Amperawati menghadiri acara kenal pamit Kepala Kepolisian Daerah Jawa…

4 hari ago

Pasir Bercampur Tanah Diduga Dipakai untuk Bangun TPT Rp150 Juta di Patemon Krejengan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Material pasir yang bercampur tanah diduga digunakan dalam pembangunan Tembok Penahan Tanah…

5 hari ago