Categories: Berita

Warga Liprak Kidul Keluhkan Bau Menyengat, Diduga Akibat Pencemaran Limbah Operasional MBG

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, mulai menyuarakan keresahannya terkait dugaan pencemaran lingkungan. Sebuah aliran selokan di wilayah tersebut dilaporkan mengeluarkan bau busuk menyengat yang diduga kuat bersumber dari aktivitas operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat.

Isu ini mencuat setelah video yang memperlihatkan kondisi selokan tersebut viral di sejumlah grup WhatsApp. Berdasarkan pengakuan warga, aroma tidak sedap mulai muncul seiring dengan beroperasinya fasilitas MBG dalam beberapa bulan terakhir.

Meiru Adivonata, salah satu pihak yang terdampak langsung, menyatakan bahwa bau menyengat tersebut sangat mengganggu produktivitas. Kantor layanan ekspedisi Shopee tempatnya bekerja berlokasi tepat di depan selokan yang diduga tercemar.

“Sangat bau, Pak. Ini sangat mengganggu kami. Saya sudah sekitar dua tahun beraktivitas di sini dan tidak pernah ada masalah seperti ini. Tapi sejak MBG berdiri sekitar tiga bulan lalu, kondisi mulai berubah,” ungkap Meiru.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengelola melalui Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Farah mengakui adanya kendala teknis. Pihaknya menyatakan telah melakukan pengecekan lapangan, namun sistem pembuangan limbah belum bekerja sempurna.

“Kami sudah kroscek. Memang butuh proses untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar bisa bekerja optimal dalam menyerap bakteri dan menetralisir limbah,” jelas perwakilan pengelola MBG.

Kondisi ini memicu kritik tajam dari tokoh masyarakat setempat. Barrel, warga Liprak Kidul, menyayangkan terjadinya dampak lingkungan dari program strategis nasional tersebut. Ia menilai seharusnya aspek lingkungan sudah matang sebelum operasional dimulai.

“Negara sudah mengucurkan anggaran besar untuk program MBG ini. Sangat disayangkan jika hal mendasar seperti pengolahan limbah belum siap. Jangan dipaksakan beroperasi jika dampaknya merugikan masyarakat sekitar,” tegas Barrel.

Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan dinas terkait untuk melakukan uji laboratorium terhadap air selokan tersebut. Harapannya, ada solusi permanen agar program nasional yang bertujuan baik ini tidak justru menjadi beban lingkungan bagi warga lokal.

Admin

Recent Posts

Tanpa Kepastian Kasus Solar Subsidi PT YTL, Brikom TKN Ancam Demo Kejari Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang…

4 jam ago

Polres Probolinggo Intensifkan Penanganan Karhutla di TNBTS, Kapolres Turun Langsung Pimpin Pemadaman

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polres Probolinggo terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda…

17 jam ago

PABPDSI Probolinggo Usulkan Perda Desa Dicabut, Minta DPRD Bentuk Empat Perda Baru

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Probolinggo…

17 jam ago

PAW Anggota DPRD Jatim Mahrus, Noer Syamsi Zakaria: Nunggu Info dari DPP

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi…

19 jam ago

SPPG Paiton Berjaya Buka Suara Terkait Tudingan Arogan kepada Suplier Buah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paiton Berjaya akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan…

21 jam ago

Ngopi di Warung Kopi Pinggir Jalan, H. Bukasan Serap Aspirasi Warga Sekaligus Dukung UMKM Lumajang

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H.…

2 hari ago