Ekonomi

Wujudkan Green Industry, Khofifah Puji Inovasi Biomassa PT Ajinomoto di Jawa Timur

×

Wujudkan Green Industry, Khofifah Puji Inovasi Biomassa PT Ajinomoto di Jawa Timur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif PT Ajinomoto dalam melakukan transisi energi melalui pengembangan biomassa. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata implementasi industri hijau (green industry) di wilayah Jawa Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau langsung operasional mesin biomassa di pabrik Ajinomoto, usai memimpin apel menyambut Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2024 di Mojokerto, Kamis (11/1).

Komitmen Pengurangan Emisi Karbon

PT Ajinomoto yang dikenal sebagai produsen bumbu penyedap, kini serius beralih dari penggunaan batu bara ke bahan bakar biomassa pada sistem steam boiler mereka. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Inisiatif transisi ke energi biomassa ini sangat luar biasa. Dampaknya sangat signifikan, terutama dalam menekan emisi karbon hingga 36 persen,” ungkap Khofifah dalam keterangan resminya, Jumat (12/1).

Di pabrik Mojokerto, Ajinomoto kini memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan seperti pelet kayu, serbuk kayu (sawdust), hingga cangkang sawit (palm kernel shells). Fasilitas steam boiler tersebut membutuhkan sekitar 130–150 ton biomassa per hari untuk menghasilkan uap air (steam) sebanyak 30 ton per jam.

Menuju Jawa Timur Green Economy

Transisi ini didasari oleh kesadaran akan pentingnya ketahanan energi dan upaya mitigasi perubahan iklim global. Menurut Khofifah, konsep ekonomi, finansial, hingga infrastruktur berbasis “hijau” adalah kebutuhan masa depan yang tidak bisa ditunda.

“Pemprov Jatim terus mendorong sektor industri untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. Kita ingin memberikan kualitas hidup yang lebih baik (Better Life),” tegasnya.

Meskipun proses konversi dari energi fosil ke non-fosil membutuhkan upaya yang besar, Khofifah meyakini hasilnya akan sepadan bagi keberlanjutan bumi. Ia berharap langkah PT Ajinomoto dapat menjadi contoh bagi Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika) lainnya di Jawa Timur.

Optimisme Energi Baru Terbarukan (EBT)

Menutup pernyataannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Renewable Energy adalah sebuah keniscayaan. Pada tahun 2024, Pemprov Jatim berkomitmen memperluas pembangunan solar cell (pembangkit listrik tenaga surya) di berbagai titik strategis.

“Cadangan energi fosil akan terus menipis. Kita harus bergerak menuju energi terbarukan, melompat ke Green Economy, hingga mencapai Blue Economy. Sinergi di semua level sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *