Foto: Tripavisor
DetikNusantara.co.id – Gunung berapi Taftan di Iran dekat perbatasan Pakistan diduga kembali akan mengalami erupsi untuk selama lebih dari 700 ribu tahun.
Para peneliti mengatakan gunung itu sebelumnya dianggap telah punah, tapi sekarang menunjukkan tanda-tanda aktivitas setelah tidak aktif selama ratusan ribu tahun.
Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters menemukan puncak gunung berapi tersebut mengalami kenaikan sekitar 3,5 inci antara Juli 2023 hingga Mei 2024.
“Studi ini bukan untuk bikin warga panik. Ini merupakan peringatan untuk pihak berwenang di wilayah Iran untuk mencari sumber daya untuk memantau hal ini,” ujar penulis utama dan ahli vulkanologi, Pablo Gonzalez ke para publik, dikutip The Independent.
Para peneliti menjelaskan penyebab pertumbuhan gunung ini disebabkan oleh perubahan sistem hidrotermal di bawahnya.
Hal ini memicu penumpukan gas atau pergeseran magma di bawah kawah.
“Suatu saat nanti harus dilepaskan (gumpalan gas), baik secara meledak atau dengan cara yang lebih tenang,” ujar Gonzalez kepada Live Science.
Gonzalez menegaskan tidak ada ancaman erupsi dalam waktu dekat, tetapi gunung itu tetap perlu diawasi.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Polres Probolinggo terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Probolinggo…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paiton Berjaya akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan…
LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, H.…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Proyek pembangunan penguatan tebing kanan dan kiri sungai di Dusun 2 RT…