LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memperketat mitigasi bencana di jalur selatan Lumajang–Malang menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Fokus utama pengamanan dilakukan di kawasan Piket Nol, yang secara geografis memiliki kerawanan tinggi terhadap tanah longsor.
Kepala BPBD Lumajang, Is Nugroho, mengungkapkan bahwa terdapat tiga titik rawan longsor utama di jalur tersebut yang perlu diwaspadai oleh para pemudik.
Sebagai bagian dari deteksi dini, BPBD telah mengoptimalkan penggunaan kamera pengawas. Namun, Is mencatat bahwa saat ini infrastruktur pemantauan masih terus ditingkatkan.
“Sesuai atensi pimpinan, kami diminta melakukan mitigasi di ruas jalan berpotensi bencana agar arus mudik lancar. Saat ini, kamera pengawas (CCTV) baru terpasang di satu titik, yakni di Kilometer (KM) 55,” ujar Is Nugroho.
Guna menjamin keamanan pengguna jalan, BPBD Lumajang menyiagakan personel yang bersiap selama 24 jam penuh. Masyarakat pun diimbau untuk proaktif melaporkan situasi darurat melalui kontak resmi.
Kontak Darurat BPBD Lumajang: Bagi warga yang melihat atau mengalami kejadian darurat di jalur mudik, dapat langsung menghubungi petugas melalui nomor on call 081234570077.
Tak hanya sumber daya manusia, kesiapan armada fisik juga menjadi prioritas. BPBD telah menyiagakan satu unit loader dan berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk penyediaan alat berat tambahan di kawasan rawan.
“Langkah ini bertujuan agar jika terjadi longsor, proses evakuasi dan pembersihan material bisa dilakukan dengan cepat sehingga akses jalan segera pulih,” tambahnya.
Is Nugroho berharap dengan langkah mitigasi yang komprehensif ini, perjalanan masyarakat selama periode Lebaran dapat berlangsung aman tanpa kendala berarti di wilayah Lumajang.













