JEMBER – Warga Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, mengeluhkan debu hitam yang diduga berasal dari aktivitas pabrik pengolahan padi di wilayah setempat. Debu tersebut disebut kerap bertebaran hingga masuk ke permukiman warga, mengotori rumah, serta menimbulkan gangguan kesehatan.
Salah satu warga, Samsul Arifin (35), mengatakan debu sudah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Menurutnya, debu tidak hanya menempel pada perabot rumah tangga, tetapi juga menimbulkan keluhan seperti sesak napas dan gatal-gatal.
“Debu itu sudah lama masuk ke pemukiman warga. Kami minta pihak CV Lahan Mas segera memperbaiki agar tidak semakin parah,” ujar Arifin, Rabu (8/4).
Arifin juga berharap pemerintah daerah segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Ia menilai permasalahan debu ini sangat mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar area pabrik.
“Harapan ke depan pemilik gudang lebih memperhatikan dampak debu yang beterbangan ke rumah warga,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak perusahaan CV Lahan Mas menyampaikan beberapa langkah penanganan yang akan dilakukan. Di antaranya, perusahaan berupaya meminimalkan pembuangan debu dari blower, melakukan pemasangan terpal pada titik-titik yang terindikasi terjadi kebocoran debu, serta memperbaiki area pembuangan sisa produksi di sisi timur agar debu tidak menyebar ke permukiman.
Sementara itu, warga juga menyampaikan sejumlah usulan agar dampak debu dapat diminimalkan. Mereka meminta agar setiap pengangkutan sisa pembakaran dilakukan dengan menyiram bak kendaraan dan menutupnya menggunakan terpal. Selain itu, warga meminta agar gudang penyimpanan karung padi di sebelah selatan kantor perusahaan turut ditutup terpal seperti gudang lainnya.
Kepala Desa Balet Baru, Fauzi Cahyo, mengatakan pemerintah desa merespons cepat keluhan warga. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, aparat TNI, dan Polri untuk bertemu langsung dengan pemilik perusahaan guna mencari solusi terbaik.
“Saya sebagai Kepala Desa Balet Baru harus gerak cepat ketika ada keluhan masyarakat terkait debu dari CV Lahan Mas yang mengganggu lingkungan sekitar. Saya langsung menghubungi Pak Camat, Danramil Sukowono, dan Kapolsek Sukowono untuk bertemu pemilik gudang padi mencari solusi agar debu padi bisa teratasi,” kata Fauzi.
Ia menegaskan bahwa pihak desa dan kecamatan menginginkan adanya penyelesaian yang baik antara warga dan pihak perusahaan agar permasalahan tidak berlarut-larut.
“Intinya, kami ingin warga dan pemilik perusahaan mencari jalan terbaik demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.
Akhirnya Kamis (9/4) terjadi mediasi antara warga dan pihak CV Lahan Mas di Kantor Camat Sukowono. Seluruh usulan diterima, dan semua keluhan ditindaklanjuti sehingga warga merasa puas. – HR, RCX













