PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di tengah gelombang evaluasi oleh Bupati Probolinggo dan adanya rekomendasi pembubaran dari DPRD demi efisiensi birokrasi, sorotan publik kini tertuju pada komposisi personel yang mengisi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D).
Berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/71/426.32/2025, tim ini dihuni oleh figur-figur dari latar belakang akademisi hingga praktisi senior yang bertugas memberikan masukan strategis bagi percepatan pembangunan daerah.
Struktur Kepemimpinan Pelaksana Harian
Manajemen operasional TP2D saat ini dinahkodai oleh tokoh yang berpengalaman di bidang pendidikan dan organisasi. Berikut adalah susunan Pelaksana Harian TP2D:
- Ketua: Khoirul Anwar, S.Ag. M.Pd
- Anggota: Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I
- Anggota: Hamim Wajdi, S.T. M.M
Kekuatan utama TP2D terletak pada jajaran Konsultan Ahli yang didominasi oleh para Guru Besar dan Doktor dari berbagai universitas ternama. Nama-nama besar ini dihadirkan untuk memastikan kebijakan pemerintah daerah didasarkan pada kajian ilmiah yang kuat:
- Prof. Dr. Moh Fadli, SH. M.Hum
- Prof. Fadhilah Putra, Ph.D
- Prof. Dr. Ahmad Taufiq
- Dr. M. Noer Fadli Hidayat, M.Kom
- Dr. Nur Hamim
Penempatan nama-nama prestisius ini menjadi dasar perdebatan di internal pemerintahan. DPRD Kabupaten Probolinggo dalam rekomendasinya mengingatkan agar struktur yang mumpuni ini tidak menciptakan sekat birokrasi baru yang justru memperlambat kinerja dinas-dinas teknis (OPD).
Evaluasi yang sedang dilakukan oleh Bupati Probolinggo saat ini fokus pada sejauh mana kontribusi nyata dari jajaran ahli tersebut dalam menyederhanakan proses pembangunan, bukan sebaliknya. Publik kini menunggu apakah formasi “tim impian” ini akan tetap dipertahankan atau mengalami restrukturisasi total demi memenuhi tuntutan efisiensi.













