PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Bursa pemilihan calon Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Probolinggo mulai menghangat. Salah satu nama yang muncul sebagai calon kuat adalah Manis Paswedan. Pemuda kelahiran Probolinggo, 2 Agustus 1995 ini menyatakan kesiapannya untuk membawa energi baru bagi organisasi kepemudaan di wilayah tersebut.
Dengan rekam jejak organisasi yang matang, Manis Paswedan membawa visi besar untuk menjadikan KNPI sebagai rumah bersama bagi seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Probolinggo.
Sebagai kader muda yang tumbuh dari akar rumput, Manis memiliki pengalaman organisasi yang solid di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan gerakan kepemudaan lokal. Berikut adalah riwayat organisasi Manis Paswedan:
- Pengurus PC IPNU Kraksaan Periode 2019–2021
- Pengurus PC GP Ansor Kraksaan Periode 2025–2029
- Inisiator Gerakan Pemuda Desa
Saat dikonfirmasi, Manis Paswedan menegaskan bahwa langkahnya maju sebagai calon Ketua KNPI Kabupaten Probolinggo murni didasari oleh niat pengabdian, bukan karena dorongan politik praktis atau kepentingan kelompok tertentu.
“Saya maju bukan karena kepentingan pribadi, kelompok, maupun kepentingan politik tertentu. Niat saya sederhana, yaitu mengabdi dan bergerak bersama pemuda untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo,” ujar Manis kepada media, Minggu (31/5/2026).
Ia menilai, potensi besar yang dimiliki generasi muda Probolinggo saat ini masih belum mendapatkan ruang dan kesempatan yang memadai untuk berkembang. Menurutnya, pemuda tidak boleh lagi hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.
“Pemuda harus menjadi pelaku perubahan, penggerak pembangunan, dan pengawal masa depan daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Manis berkomitmen penuh untuk mengembalikan marwah KNPI sebagai organisasi yang inklusif dan tidak tersekat oleh kepentingan pihak mana pun. Ia ingin memastikan KNPI menjadi wadah perjuangan yang berpihak pada kemajuan pemuda.
“KNPI harus hadir sebagai organisasi yang independen, terbuka, beradab, bermartabat, dan progresif. KNPI tidak boleh menjadi alat kepentingan siapa pun,” tambahnya.
Manis juga mengakui bahwa tantangan kepemudaan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, KNPI membutuhkan arah gerakan baru yang lebih jelas agar bisa menjadi ruang kolaborasi dan gagasan yang nyata.
“Saya optimistis KNPI Kabupaten Probolinggo dapat bangkit dan menjadi organisasi yang aktif, responsif, serta mampu menerima aspirasi, kritik, dan masukan dari seluruh elemen kepemudaan. Tidak boleh ada sekat antarpemuda,” pungkasnya.
Melalui momentum ini, Manis mengajak seluruh elemen pemuda di Probolinggo untuk bersatu, menanggalkan ego kelompok, dan bersama-sama melahirkan inovasi demi mendorong kemandirian pemuda dan kemajuan daerah.













