Politik

PKB Kabupaten Probolinggo Perkuat Struktur hingga Tingkat Ranting, Siapkan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

×

PKB Kabupaten Probolinggo Perkuat Struktur hingga Tingkat Ranting, Siapkan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo terus memperkuat konsolidasi dan menata struktur organisasi hingga tingkat akar rumput. Langkah tersebut dilakukan melalui rangkaian sarasehan kebangsaan dan musyawarah khusus yang digelar selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (7–9 Agustus 2026).

Mengusung tema “Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur”, kegiatan konsolidasi PKB Kabupaten Probolinggo tersebut digelar secara bergiliran di tiga zona.

Kegiatan pertama berlangsung di Yayasan Maslahatul Ummah, Kecamatan Gending. Selanjutnya, konsolidasi dilanjutkan di Pondok Pesantren Badriduja, Kecamatan Kraksaan, dan ditutup di SMK NU, Kecamatan Bantaran.

Sejumlah tokoh dan jajaran pengurus PKB turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Anisah Syakur, perwakilan DPW PKB Jawa Timur ACH Faidy Suja’i, Dewan Syura PKB Kabupaten Probolinggo KH Tauhidillah Badri, Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo Lora Fahmi AHZ, serta jajaran pengurus dan kader PKB.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Probolinggo Mahrus Shaleh mengatakan, penataan kepengurusan di tingkat kecamatan dilakukan dengan mengacu pada kebijakan DPW PKB Jawa Timur.

Menurutnya, terdapat dua mekanisme dalam penataan kepengurusan di tingkat kecamatan, yakni Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dan musyawarah khusus.

“Musancab diperuntukkan bagi PAC yang SK-nya masih aktif, sedangkan musyawarah khusus untuk wilayah yang masa berlaku SK kepengurusannya telah berakhir,” kata Mahrus.

Namun, khusus di Kabupaten Probolinggo, seluruh penataan kepengurusan PAC dilakukan melalui mekanisme musyawarah khusus. Hal tersebut lantaran masa berlaku SK kepengurusan sebelumnya telah berakhir.

“Untuk Kabupaten Probolinggo tidak ada SK yang aktif, sehingga seluruhnya ditempuh melalui musyawarah khusus,” tegasnya.

Mahrus menjelaskan, secara kelembagaan musyawarah khusus memiliki kedudukan yang setara dengan Musancab. Perbedaannya terletak pada konteks pelaksanaan, yakni menetapkan kepengurusan definitif di tingkat kecamatan setelah berakhirnya masa berlaku kepengurusan sebelumnya.

“Kedudukannya sama dengan Musancab, hanya fokus pada penetapan pengurus definitif di tingkat kecamatan,” jelasnya.

Penataan struktur tersebut, kata Mahrus, tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau penyegaran pengurus. Konsolidasi diarahkan untuk membangun struktur organisasi yang aktif, solid, dan mampu menjalankan kerja politik sekaligus menyerap aspirasi masyarakat hingga tingkat desa.

Dengan struktur yang semakin kuat dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ranting, PKB Kabupaten Probolinggo berharap memiliki mesin organisasi yang lebih efektif dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.

“Dengan struktur yang solid, PKB siap menghadapi seluruh agenda politik, termasuk Pemilu 2029,” imbuh Mahrus.

Sementara itu, perwakilan DPW PKB Jawa Timur ACH Faidy Suja’i menyampaikan salam dari Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim yang berhalangan hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

“Saya mewakili DPW PKB Jawa Timur menyampaikan salam takdim dari Gus Halim karena beliau tidak dapat hadir secara langsung,” ujarnya.

Faidy menekankan bahwa musyawarah khusus merupakan bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan di tubuh PKB. Regenerasi tersebut, menurutnya, tidak boleh berhenti di tingkat kecamatan, tetapi harus berlanjut hingga kepengurusan ranting di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Faidy, kekuatan organisasi politik sangat ditentukan oleh kemampuan struktur di tingkat bawah untuk bergerak dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Musyawarah ini dimaksudkan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan. Musyawarah tingkat kecamatan menjadi pijakan paling penting, karena kekuatan PKB berada di tingkat kecamatan dan ranting,” tegas Faidy.

Karena itu, penguatan struktur organisasi tidak boleh hanya dipahami sebagai pemenuhan administrasi partai. Pengurus di tingkat kecamatan dan ranting harus menjadi kekuatan nyata yang menjalankan kerja politik, kaderisasi, serta membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Di sinilah kader masa depan ditempa, di sinilah kerja nyata dijalankan, dan di sinilah kemenangan PKB dipersembahkan,” katanya.

Faidy juga menyampaikan arahan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Gus Imin yang mendorong seluruh kader untuk meningkatkan kualitas kerja politik partai.

Menurutnya, orientasi PKB harus bergerak dari sekadar diskursus politik menuju penyelesaian konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“PKB harus naik kelas, dari diskusi menjadi solusi, dari kata-kata menjadi nyata,” pungkasnya.

Rangkaian sarasehan kebangsaan dan musyawarah khusus selama tiga hari tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi PKB Kabupaten Probolinggo.

Melalui penataan kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan ranting, PKB Kabupaten Probolinggo menargetkan terbentuknya struktur organisasi yang tidak hanya aktif menjelang kontestasi elektoral, tetapi juga mampu menjalankan kerja politik dan pelayanan masyarakat secara berkelanjutan.

Penguatan struktur dari tingkat kabupaten hingga akar rumput tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi PKB Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *