Jember – Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan digelar di Pondok Pesantren Darul Arifin 2, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, pada 15 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh perempuan, Srikandi Santri Milenial, Muslimat, serta aktivis perempuan di Kabupaten Jember.
Anggota DPR RI Dr H Muhammad Khozin, M.A.P., atau yang akrab disapa Gus Khozin, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Gus Khozin menekankan pentingnya memahami empat pilar kebangsaan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Empat pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Gus Khozin, keempatnya tidak seharusnya dipahami secara terpisah. Pancasila menjadi dasar dan pandangan hidup bangsa, UUD 1945 menjadi landasan konstitusional, Bhinneka Tunggal Ika menjadi semangat dalam menjaga keberagaman, sedangkan NKRI menjadi wadah bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Empat pilar kebangsaan ini harus dipahami sebagai satu kesatuan filosofi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI saling menguatkan,” ujar Gus Khozin dalam kegiatan tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis, khususnya dalam lingkungan keluarga, pendidikan, organisasi masyarakat, dan kehidupan sosial.
Perempuan, lanjutnya, tidak hanya berperan sebagai bagian dari masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi berikutnya. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan perlu terus diperkuat di berbagai lingkungan.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena dari keluarga inilah nilai-nilai persatuan, toleransi dan gotong royong dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut berlangsung dalam suasana dialogis. Para peserta yang berasal dari berbagai elemen perempuan di Kabupaten Jember turut mengikuti pemaparan mengenai nilai-nilai kebangsaan serta relevansinya dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Forum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa keberagaman masyarakat Indonesia merupakan bagian dari identitas kebangsaan yang perlu dijaga. Perbedaan latar belakang agama, suku, budaya maupun kelompok sosial dipandang sebagai bagian dari kekayaan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya memahami empat pilar kebangsaan secara konseptual, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun organisasi.
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Darul Arifin 2 Jember ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kebangsaan sekaligus mendorong peran aktif perempuan dalam menjaga persatuan, toleransi, gotong royong, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. – rcx













