Berita

PCNU Jember Tanpa Kepengurusan Definitif Usai SK Karteker Habis, GP Ansor Jaga Aset Organisasi

×

PCNU Jember Tanpa Kepengurusan Definitif Usai SK Karteker Habis, GP Ansor Jaga Aset Organisasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jember – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Jember menggelar kegiatan bersih-bersih sekaligus pengecekan aset di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dilakukan di tengah belum terbentuknya kepengurusan PCNU definitif, setelah masa berlaku surat keputusan (SK) pengurus karteker berakhir pada 14 Oktober 2026, sementara Konferensi Cabang (Konfercab) belum terlaksana.

Ketua PC GP Ansor Jember, Izzul Ashlah M. Akun, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kader Ansor terhadap keberlangsungan organisasi NU di Jember. Menurutnya, kondisi kelembagaan yang belum memiliki kepengurusan definitif tidak boleh membuat kebersihan, pemeliharaan, dan keamanan aset organisasi terabaikan.

Sebagai Anak dari Nahdlatul Ulama, GP Ansor Jember merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga fasilitas organisasi. Karena itu, kader Ansor diarahkan melakukan pengecekan kondisi kantor, kebersihan lingkungan, aktivitas di area kantor, serta inventaris dan aset yang berada di dalam gedung.

“SK karteker telah berakhir pada 14 Oktober 2026, sementara Konfercab belum terlaksana dan pengurus definitif belum terbentuk. Sebagai anak kandung NU Jember, kami tidak ingin aset organisasi yang dibangun dari gotong royong para pengurus NU terdahulu senilai lebih dari Rp1 miliar terbengkalai. Karena itu, kami instruksikan kader Ansor untuk membersihkan kantor sekaligus mengecek dan mengamankan seluruh aset yang ada,” tegas Izzul.

Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Oktober tersebut tidak sebatas membersihkan ruangan. Pengecekan juga dilakukan untuk memastikan kondisi barang-barang dan inventaris organisasi tetap terpelihara sekaligus mengantisipasi potensi kerusakan maupun kehilangan.

Izzul menegaskan, kantor PCNU Jember merupakan aset organisasi yang dibangun melalui gotong royong pengurus NU terdahulu dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. Karena itu, perawatan dan pengamanan aset menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami ingin memastikan kantor dan seluruh aset PCNU Jember tetap terawat dan aman,” tegasnya.

Di sisi lain, berakhirnya masa berlaku SK karteker pada 14 Oktober 2026 dan belum terlaksananya Konfercab menjadi persoalan penting dalam keberlanjutan kepengurusan PCNU Jember. Kepastian mengenai pembentukan kepengurusan definitif menjadi hal yang dinantikan agar tata kelola organisasi dapat berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Bagi GP Ansor Jember, menjaga kantor dan aset NU merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, terlepas dari dinamika organisasi yang sedang berlangsung. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pengurus terdahulu yang telah membangun fasilitas organisasi melalui semangat kebersamaan.

Melalui kegiatan bersih-bersih dan pengecekan aset ini, GP Ansor Jember berharap kondisi kantor PCNU tetap terjaga kebersihan dan keamanannya. Di saat yang sama, penyelesaian persoalan kepengurusan melalui mekanisme organisasi diharapkan dapat segera menemukan kejelasan. – rcx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *