Oleh: Muslimin Syaba (Ketua III MPC Pemuda Pancasila Probolinggo)
Hari Santri Nasional 2026 datang dengan tema yang sangat kuat dan visioner “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini bukan sekadar jargon upacara tanggal 22 Oktober di halaman sekolah atau pesantren. Tema ini adalah panggilan sejarah.
Dan panggilan itu, sesungguhnya sangat selaras, sangat senafas, dengan Visi-Misi Pemuda Pancasila sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan penjaga ideologi bangsa.
Jika kita bedah, ada benang merah yang tidak bisa dipisahkan antara Santri dan Pemuda Pancasila.
Persamaan Darah Juang: Dari Resolusi Jihad ke Sumpah Pemuda Pancasila
Santri lahir dari rahim Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Pemuda Pancasila lahir dari rahim semangat mempertahankan Pancasila sebagai harga mati dari rongrongan ideologi lain pada 28 Oktober 1959.
Keduanya lahir karena satu alasan yang sama, Indonesia harus utuh! Santri berjuang dengan sarung dan kitab, Pemuda Pancasila berjuang dengan loreng dan semangat Pancasila Abadi. Di sinilah letak sinergi pertama Cinta Tanah Air adalah bagian dari Iman (Hubbul wathan Minal Iman).
Sinergi Visi Menuju Indonesia Emas Butuh Dua Kekuatan
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, Indonesia tidak cukup hanya pintar, tapi harus kuat dan berkarakter. Santri menyumbang kekuatan Moral Spiritual, Santri adalah penjaga akhlak bangsa. Di tengah gempuran narkoba, judi online, pornografi, dan dekadensi moral, pesantren menjadi benteng. Santri mengajarkan adab, tawadhu’, dan keikhlasan. Ini adalah fondasi Indonesia Emas.
Pemuda Pancasila menyumbang kekuatan Ideologi dan Kekuatan Sosial. Visi Pemuda Pancasila adalah menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Misi Pemuda Pancasila adalah mengamalkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, melaksanakan gotong royong, dan menjaga kondusivitas wilayah.
Bayangkan jika keduanya bersatu, santri yang berakhlak ditopang oleh pemuda yang menjaga ideologi. Maka Indonesia tidak hanya akan menjadi negara maju secara ekonomi, tapi juga kuat secara jati diri. Tidak mudah dipecah belah oleh isu SARA dan radikalisme.
Wujud Nyata Sinergi di Probolinggo
Sinergi ini bukan teori di atas kertas. Di Kabupaten Probolinggo, sinergi itu harus nyata:
Sinergi Jaga Kondusivitas Pesantren dan desa ketika Ponpes Fatahillah Sumberkerang Gending menggelar Sholawat Nariyah 4444 setiap Ahad Manis atau Upacara Hari Santri, Pemuda Pancasila hadir membantu pengamanan, membantu menjaga ketertiban. Santri nyaman beribadah, Pemuda dapat pahala menjaga ulama.
Sinergi Pemberdayaan ekonomi umat. Visi Pemuda Pancasila adalah pemberdayaan ekonomi anggota. Santri memiliki jiwa entrepreneur kebanyakan pesantren punya koperasi dan UMKM. Jika Pemuda Pancasila dengan jaringan pengusahanya bersinergi dengan produk-produk santri, maka ekonomi kerakyatan akan bangkit. Ini adalah penguatan negeri dari bawah.
Sinergi lawan radikalisme dan kenakalan remaja. Santri dengan dakwah melalui hikmah meluruskan pemahaman agama yang sempit. Pemuda Pancasila dengan pendekatan sosial kemasyarakatan mencegah peredaran narkoba dan tawuran di kalangan pemuda. Dua kekuatan preventif yang saling melengkapi. Satu Loreng, Satu Sarung, Untuk Indonesia Emas
Karena Indonesia Emas 2045 membutuhkan dua tipikal manusia.Manusia yang berdzikir dan berfikir. Santri mengajarkan dzikir, Pemuda Pancasila mengajarkan keberanian untuk berfikir dan bertindak menjaga negeri.
Di Hari Santri 22 Oktober 2026 ini dari Santri dan Pemuda Pancasila, mari kita kumandangkan
Santri menguatkan negeri dengan doa dan Ilmu
Pemuda Pancasila menguatkan negeri dengan setia dan karya
Bersatu untuk Indonesia Emas 2045
Pancasila Abadi!













