PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Travel umrah dan haji At-Taufiqiyah bersama PT Big Royal Indonesia kembali memberangkatkan jemaah umrah ke Tanah Suci. Sebanyak 55 jemaah dilepas dari Masjid Rizani, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 WIB.
Pelepasan rombongan berlangsung khidmat dan penuh haru. Keluarga serta kerabat turut mengantar para jemaah yang akan menjalani perjalanan ibadah selama 16 hari di Arab Saudi.
Rombongan dijadwalkan terbang dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah pada pukul 17.00 WIB. Selama di Tanah Suci, jemaah dijadwalkan menghabiskan 10 hari di Makkah dan lima hari di Madinah.
Pimpinan At-Taufiqiyah, H. Ahmad Taufiq, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan menyeluruh kepada jemaah, mulai dari persiapan keberangkatan, pelaksanaan manasik, pendampingan selama ibadah, hingga membantu jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
“Harapan kami, seluruh jemaah berangkat dengan aman, perjalanan lancar, bisa beribadah dengan nyaman, dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta selamat,” ujarnya.
Menurut H. Taufiq, salah satu aspek penting dalam pelayanan umrah adalah memastikan jemaah mendapatkan pendampingan yang memadai selama berada di Arab Saudi.
Karena itu, setiap pemberangkatan disertai tim tour leader (TL) berpengalaman dan tenaga kesehatan untuk membantu memenuhi kebutuhan jemaah selama perjalanan ibadah.
Pihaknya juga berupaya memfasilitasi jemaah yang mengalami keluhan kesehatan agar segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan melalui rumah sakit setempat.
“Yang menjadi perhatian kami, setiap pemberangkatan harus disertai tim kesehatan. Kalau ada jemaah yang mengeluhkan kondisi kesehatannya, kami berupaya membantu agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,” jelasnya.
Pendampingan tersebut diharapkan memberikan rasa aman bagi jemaah, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Selain pendampingan kesehatan, kenyamanan akomodasi juga menjadi perhatian At-Taufiqiyah. Pihaknya menyediakan pilihan hotel bintang empat maupun bintang lima sesuai paket dan permintaan jemaah.
Pengaturan kamar turut mempertimbangkan kebutuhan keluarga agar anggota keluarga dapat menginap bersama. Jarak hotel menuju Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan akomodasi.
Dengan pemilihan hotel yang sesuai kebutuhan, jemaah diharapkan lebih mudah menjangkau tempat ibadah dan dapat menjalankan aktivitas ibadah dengan nyaman.
Sebelum keberangkatan, jemaah juga mendapatkan pembekalan manasik umrah agar memahami tata cara dan rangkaian ibadah yang akan dilaksanakan. Pemeriksaan kesehatan sebelum penerbangan menjadi bagian dari persiapan perjalanan.
Setelah menyelesaikan perjalanan ibadah, jemaah juga mendapatkan sertifikat, buku memori, serta suvenir sebagai kenang-kenangan.
H. Taufiq menjelaskan, pengalaman melayani perjalanan ibadah umrah telah dirintis sejak 2011. Sementara itu, legalitas PT Big Royal Indonesia tercatat sejak 2019.
At-Taufiqiyah menjadi perwakilan yang melayani masyarakat di wilayah Tapal Kuda, dengan basis kegiatan di Pondok Gelar, Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Untuk pelayanan ibadah haji, pihaknya menyebut telah memiliki legalitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Setiap tahun, pihaknya mendampingi sekitar 200 jemaah haji.
Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari bimbingan manasik, persiapan kesehatan, hingga pendampingan jemaah selama menjalankan ibadah.
Ke depan, At-Taufiqiyah juga berencana memperkuat layanan dengan mengembangkan kantor pelayanan di sekitar kawasan Rizani, Paiton, agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
Di tengah beragamnya penawaran paket perjalanan umrah, H. Taufiq mengingatkan calon jemaah agar tidak terburu-buru memilih penyelenggara hanya karena tergiur harga murah.
Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas penyelenggara, rekam jejak keberangkatan, fasilitas yang diberikan, serta rincian biaya sebelum melakukan pembayaran.
“Jangan mudah terpengaruh dengan tawaran umrah yang terlalu murah. Calon jemaah harus memastikan travel-nya berizin resmi, rekam jejak keberangkatannya jelas, dan fasilitas yang dijanjikan sesuai. Pilih harga yang wajar agar perjalanan ibadah bisa dijalani dengan tenang,” tegasnya.
Ia memperkirakan biaya paket umrah selama 16 hari dengan layanan yang memadai saat ini berada di kisaran Rp39 juta, bergantung pada fasilitas dan pilihan paket yang diambil jemaah.

Karena itu, calon jemaah disarankan meminta penjelasan secara tertulis mengenai jadwal keberangkatan, hotel, penerbangan, visa, serta layanan pendampingan yang termasuk dalam paket.
Kejelasan informasi tersebut penting agar jemaah dapat memahami hak dan fasilitas yang diterima serta menghindari kesalahpahaman selama proses perjalanan ibadah.
Bagi At-Taufiqiyah, kepercayaan jemaah tidak hanya dibangun pada saat keberangkatan, tetapi juga melalui pelayanan yang konsisten sejak tahap persiapan hingga jemaah kembali ke rumah.
“Kami ingin terus meningkatkan pelayanan, baik dari sisi manasik, kesehatan, maupun pendampingan jemaah. Mohon doa agar ke depan kami semakin maju dan bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkas H. Taufiq.













