Categories: Berita

Ada Konflik Kudeta pada Penggagas Body Contest Sumenep di Bupati Cup 2025

SUMENEP, Detiknusantara.co.id – Persiapan penyelenggaraan Body Contest Sumenep Bupati Cup 2025 diwarnai ketegangan internal. Ahmad Amin Rifa’ie, penggagas sekaligus inisiator pertama ajang tersebut, mengaku tersisih dari kepanitiaan setelah Persatuan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Sumenep bersama Event Organizer (EO) Sugeng mengambil alih penuh pelaksanaan. Sabtu(24/24/2025)

Ahmad Amin menilai langkah tersebut sebagai bentuk “kudeta halus” terhadap gagasan yang ia rintis sejak awal. Ia menegaskan, pada tahun sebelumnya PBFI bahkan sempat menolak keras keberadaan event ini dan diduga berupaya menggagalkannya. Namun setelah penyelenggaraan sukses dan berhasil menarik perhatian publik serta sponsor, posisi dirinya justru dikesampingkan.

“Saya merasa dikudeta. Event ini lahir dari gagasan pribadi saya. Tapi begitu sukses, langsung diambil alih tanpa konfirmasi, tanpa etika, dan tanpa penghormatan,” ungkap Ahmad Amin dengan nada kecewa.

Konflik, lanjutnya, bermula ketika ia mempertanyakan transparansi dana proposal dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola pihak EO pada pelaksanaan sebelumnya. “Saya hanya bertanya secara baik-baik berapa dana yang masuk. Tapi sejak itu, saya mulai disingkirkan. Bisa jadi ada sakit hati dari pihak EO,” ujarnya.

Ahmad Amin menegaskan, inisiatif Body Contest tidak berangkat dari PBFI maupun EO manapun, melainkan murni lahir dari dorongan pribadinya untuk membangkitkan dunia fitness dan binaraga di Sumenep. Ia menyayangkan sikap organisasi olahraga yang menurutnya awalnya hanya menonton, namun kemudian mengambil alih penuh pelaksanaan.

“Dulu mereka menolak bahkan berusaha menggagalkan. Tapi ketika event ini membuktikan kesuksesan dan menarik sponsor, justru diambil sepihak. Ini bukan sekadar soal event, tapi soal etika dan moralitas organisasi olahraga,” tegasnya.

Ia berharap Bupati Sumenep bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) turun tangan memastikan penyelenggaraan event daerah tidak berubah menjadi arena perebutan kepentingan kelompok tertentu.

“Jangan sampai event positif semacam ini justru menjadi ajang monopoli. Pemerintah harus hadir memastikan keadilan dan menghargai inisiator yang telah berjuang sejak awal,” tutupnya.

Penulis: Liamsan

Redaksi

Recent Posts

Viral Video Polemik Rujukan Bayi Prematur di Bangkalan, Puskesmas Tanah Merah: Sudah Sesuai SOP

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id — Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh video terkait proses rujukan seorang…

19 jam ago

AKP Febry Hermawan Pimpin Langsung Pengawalan Kedatangan Jemaah Haji Bangkalan, Pastikan Aman dan Lancar

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan melakukan pengawalan dan pengamanan ketat terhadap…

1 hari ago

Pesan KH Ahmad Nizar Jakfar Menggema dalam Pelepasan Santri MTs-MA Fatahillah Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pesan bijak almarhum KH Ahmad Nizar Jakfar kembali menggema dalam acara Tasyakkuran…

1 hari ago

Viral Video Dugaan Pembuangan Limbah di Pantai Banyuglugur Situbondo, Warga Desak Investigasi

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pencemaran lingkungan di kawasan pesisir Kecamatan Banyuglugur,…

2 hari ago

Camat Bungatan Serap Aspirasi Warga Lewat Program NYAMAN di Desa Patemon

SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Camat Bungatan, Yogie Kripsian Sah, terus melakukan berbagai inovasi untuk mendekatkan pelayanan…

2 hari ago

Dugaan Pelecehan Seksual Mantan Kepala SPPG Sumberanyar Masih Berproses di Polres Probolinggo, Kini Menjabat Kepala SPPG Bucor Kulon

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi…

2 hari ago