Categories: Berita

Aksi Heroik Normalisasi Sungai Manual di Kalijompo Jember, Kapan Dinas Terkait Turun Tangan?

Jember – Wisata Alam Sungai Kalijompo yang kini populer dengan sebutan Glamping Kalijompo terus menjadi perbincangan publik. Destinasi wisata berbasis alam ini berada di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dan dikelola langsung oleh masyarakat setempat melalui Komunitas Sataretanan Peduli Alam.

 

Ketua Pengelola Wisata Alam Sungai Kalijompo, Zainul Muhtadi, menjelaskan bahwa pengelolaan wisata tersebut tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga pada pelestarian lingkungan sungai. Zainul yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Sataretanan Peduli Alam menyebutkan bahwa ratusan anggota komunitasnya setiap hari melakukan kegiatan yang mereka sebut sebagai normalisasi sungai secara manual.

 

Dalam praktiknya, kegiatan normalisasi ini berbeda dengan istilah normalisasi sungai yang lazim dikenal dalam dunia pekerjaan umum dan pengairan, yang umumnya melibatkan alat berat. Di Kalijompo, normalisasi dilakukan dengan tenaga manusia, menggunakan tangan kosong dan peralatan sederhana. Para anggota komunitas membersihkan sampah, mengangkat endapan lumpur, serta merapikan bantaran sungai yang dinilai tidak terawat.

 

“Setiap tahun sungai ini mengalami pendangkalan. Karena itu kami tetap menyebut kegiatan ini sebagai normalisasi, meskipun dilakukan secara manual,” ujar Zainul. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana banjir, terutama saat musim hujan tiba.

 

Zainul menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan komunitas, tanpa dukungan anggaran dari pemerintah. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember, khususnya dinas terkait seperti Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Dinas Pariwisata, dapat memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap upaya yang telah dilakukan masyarakat.

 

“Selama ini kami bergerak mandiri. Belum ada support dari pemerintah terkait normalisasi sungai yang kami lakukan,” ungkapnya. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat terwujud demi menjaga kelestarian Sungai Kalijompo sekaligus mengembangkan potensi wisata alam yang berkelanjutan di Kabupaten Jember.

 

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, Wisata Alam Sungai Kalijompo diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga contoh kepedulian lingkungan berbasis komunitas. (r1ck)

Redaksi

Recent Posts

Apakah Uang yang Dikembalikan Tersangka Korupsi Bisa Ditarik Kembali Jika Penyidikan Dihentikan (SP3)?

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…

19 jam ago

Dilema Delik Pengancaman: Bedah Unsur Pasal 483 KUHP dalam Transaksi ‘Take Down’ Berita oleh Oknum Jurnalis

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…

20 jam ago

Logika Kalender Hijriah: Bahaya di Balik Sikap Tidak Konsisten Memilih Awal dan Akhir Ramadan

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…

22 jam ago

Kisah Pilu Nada, Balita di Probolinggo Pejuang Atresia Bilier yang Butuh Uluran Tangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…

2 hari ago

Pastikan Listrik Idul Fitri 1447 H Aman, PLN NP UP Paiton Gelar Apel Kesiapsiagaan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…

3 hari ago

Aksi Sosial di Exit Tol Leces: Wartawan dan Aktivis Probolinggo Bantu Sopir Truk Asal Jember

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…

3 hari ago