DetikNusantara.co.id – Selama berabad-abad, kopi dan teh menjadi minuman favorit di berbagai belahan dunia. Secangkir kopi pekat di pagi hari dapat membangkitkan semangat, sementara teh hangat di malam hari membantu menenangkan pikiran.
Pertanyaannya, mana yang lebih sehat? Berikut ulasan para ahli untuk membantu Anda menentukan pilihan.
Manfaat Kesehatan Kopi
Kopi mengandung antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas—molekul tidak stabil yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Salah satu antioksidan utamanya adalah chlorogenic acid, yang diyakini dapat mendukung kesehatan usus, mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, dan mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.
Beberapa penelitian menunjukkan, konsumsi 1–2 cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko Alzheimer hingga 32%. Manfaat ini terkait dengan kandungan kafein yang meningkatkan neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin, sehingga mendukung fungsi otak.
Meski kafein berlebih bisa memicu kenaikan tekanan darah sementara, konsumsi kopi dalam jumlah moderat justru dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi, gagal jantung, dan perbaikan kadar kolesterol. Efek ini diduga berasal dari sifat antioksidan dan antiinflamasi kopi.
Kafein dalam kopi dikenal sebagai ergogenic aid atau zat yang membantu meningkatkan performa fisik. Minum kopi 30–60 menit sebelum berolahraga dapat membantu meningkatkan energi dan daya tahan tubuh.
Manfaat Kesehatan Teh
Teh yang berasal dari daun Camellia sinensis—termasuk teh hijau, hitam, oolong, dan putih—kaya akan polifenol, terutama katekin dan flavonoid. Teh hijau, misalnya, memiliki kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) yang tinggi, yang bersifat antiinflamasi dan diyakini memiliki efek antikanker.
Sejumlah studi menemukan bahwa rutin minum teh, khususnya teh hijau, dapat membantu menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein). Antioksidannya juga membantu menjaga elastisitas pembuluh darah dan melancarkan aliran darah.
Teh herbal seperti peppermint dan jahe memiliki manfaat khusus bagi pencernaan. Peppermint mengandung mentol yang dapat merilekskan otot saluran cerna, mengurangi kembung, dan meredakan rasa tidak nyaman di perut.
Teh mengandung L-theanine, asam amino yang mendorong rasa rileks dengan meningkatkan gelombang otak alfa. Kandungan ini juga membantu mengurangi efek “berdebar” dari kafein dan meningkatkan fokus.
Kesimpulan
Baik kopi maupun teh memiliki manfaat kesehatan yang terbukti secara ilmiah. Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan tujuan kesehatan masing-masing orang.
Para ahli merekomendasikan konsumsi maksimal 3–4 cangkir per hari, serta menghindari tambahan gula atau krimer berlemak tinggi yang dapat mengurangi manfaatnya.
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…