Categories: Daerah

Dinilai Hanya Buang Anggaran dan Pencitraan, LSM Libas 88 Kritik RDP DPRD Probolinggo

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Libas 88 Nusantara melayangkan kritik keras terhadap efektivitas kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dinilai tidak produktif, minim hasil nyata, dan hanya menghabiskan anggaran negara.

Kritik ini mencuat lantaran banyaknya aduan dan persoalan masyarakat yang dibawa ke meja RDP, namun berakhir mengambang tanpa ada penyelesaian yang jelas.

Ketua LSM Libas 88 Nusantara, Muhyidin Eviny, menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja legislatif. Menurutnya, RDP yang seharusnya menjadi wadah solusi bagi rakyat, justru sering kali hanya menjadi panggung formalitas belaka.

“Ada beberapa permasalahan yang sudah diadukan kepada DPRD melalui RDP, namun hingga kini tidak ada actionnyata. Masyarakat hanya diberi harapan palsu,” ujar Muhyidin tegas.

Ia kemudian membeberkan beberapa kasus besar di Probolinggo yang mandek setelah masuk dalam pembahasan RDP, di antaranya:

  • Kasus Reklamasi Tambang di Klampokan: Hingga saat ini tidak ada tindak lanjut konkret. Padahal, saat disorot kamera media, para anggota dewan terlihat sangat garang dan tegas.
  • Sengketa Bagi Hasil Sengon: Konflik antara masyarakat dan pihak Perhutani. DPRD sempat berjanji akan membentuk tim khusus untuk turun langsung ke lokasi, namun janji tersebut menguap begitu saja. Akibatnya, masyarakat terpaksa mengambil jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan.

Lebih lanjut, Muhyidin mengingatkan para wakil rakyat agar tidak menjadikan RDP sebagai ajang pencitraan politik semata. Ia menyayangkan sikap anggota dewan yang terkesan enggan turun ke lapangan dan hanya mau bekerja dari balik kenyamanan ruang kantor.

“Ini sama halnya masyarakat hanya diberi janji-janji palsu saja. Pada akhirnya, setelah ditanya apa hasilnya, DPRD hanya bisa bilang ‘merekomendasikan’ saja. Ini benar sekali, persis seperti sindiran dalam lagu Iwan Fals,” tambahnya.

LSM Libas 88 Nusantara menegaskan jika program RDP ini tidak bisa menghasilkan eksekusi nyata bagi kesejahteraan rakyat, maka sebaiknya kegiatan tersebut dihentikan total.

“Kalau program RDP tersebut hanya dibuat ajang pencitraan saja, mending di-stop saja. Kegiatan tersebut pastinya hanya membuang-buang anggaran negara tanpa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Muhyidin.

Admin

Recent Posts

DPD PSI Kabupaten Probolinggo Temui Jokowi, Minta Arahan untuk Penguatan Partai di Daerah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Rombongan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Probolinggo melakukan…

19 jam ago

Pembangunan KDKMP di Lumajang Capai 93 Persen, Ditargetkan Rampung Bulan Ini

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus…

2 hari ago

Guru MA di Probolinggo Diduga Tertipu Investasi Bodong Serbuk Kayu Rp18 Juta, Janji Bagi Hasil Tak Kunjung Cair

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Janji keuntungan dari investasi serbuk kayu atau sodas justru membuat seorang guru…

2 hari ago

Stok Vaksin Influenza dan Typhoid Kosong, BKK Probolinggo Siapkan Faskes Mitra untuk Pelayanan Internasional

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Masyarakat yang membutuhkan vaksinasi internasional di Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I…

2 hari ago

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

5 hari ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

6 hari ago