Categories: Daerah

Kalender Resmi Pemkab Probolinggo 2026 Diduga Salah Cetak, Penomoran Tanggal Bulan Juli Menuai Sorotan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kalender resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 diduga mengalami kesalahan pada penomoran tanggal di halaman bulan Juli. Kekeliruan tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah foto kalender beredar dan memperlihatkan susunan angka yang tidak sesuai dengan kalender Masehi Tahun 2026.

Berdasarkan pengamatan pada kalender tersebut, tanggal 2 Juli 2026 tidak tercantum, sementara tanggal 4 justru muncul dua kali, yakni pada kolom Kamis dan Sabtu. Akibatnya, urutan tanggal pada pekan pertama bulan Juli menjadi tidak berurutan dan berpotensi membingungkan masyarakat yang menggunakan kalender tersebut sebagai acuan aktivitas sehari-hari.

Secara kalender Masehi, 1 Juli 2026 jatuh pada hari Rabu, sehingga seharusnya susunan pekan pertama adalah:

  • Rabu, 1 Juli
  • Kamis, 2 Juli
  • Jumat, 3 Juli
  • Sabtu, 4 Juli

Namun pada kalender yang dicetak Pemkab Probolinggo, susunan tersebut berubah menjadi:

  • Rabu, 1 Juli
  • Kamis, 4 Juli
  • Jumat, 3 Juli
  • Sabtu, 6 Juli

Kesalahan ini mengakibatkan penanggalan pada pekan pertama tidak sinkron dengan kalender nasional dan berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam penjadwalan kegiatan maupun administrasi.

Meski demikian, hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengenai penyebab kesalahan cetak tersebut maupun rencana penarikan atau penggantian kalender yang telah terdistribusi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan klarifikasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap proses penyuntingan dan pencetakan kalender resmi agar kesalahan serupa tidak kembali terjadi pada publikasi pemerintah di masa mendatang.

Admin

Recent Posts

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan

PDIP Sampang Bergerak Cepat, Salurkan Air Bersih Gratis dan Gelar Salat Istisqa di Desa Labuhan…

14 jam ago

15 Guru dan Pensiunan Laporkan Dugaan Penggelapan Dana KPRI Kowardik Rp281 Juta ke Polisi

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Sebanyak 15 guru aktif dan pensiunan di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa…

2 hari ago

Zubaidi: RSUD Waluyo Jati Perlu Dievaluasi, DPRD Soroti Prosedur Medis dan Komunikasi Pasien

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Probolinggo menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap…

2 hari ago

KOMSIPRO Soroti Pemberitaan SPBU Sumberanyar Paiton, Minta Media Patuhi Kode Etik Jurnalistik

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) menyayangkan adanya pemberitaan media online yang dinilai…

3 hari ago

Dicecar dalam RDP Kasus Pasien Meninggal, Dirut RSUD Waluyo Jati Pilih Terburu-buru Pergi

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Direktur Utama RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Yessi Rahmawati, enggan memberikan keterangan sedikit…

3 hari ago

Dugaan Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam: Dewas Evaluasi Layanan RSUD Waluyo Jati

PROBOLINGGO, detiknusantara.co.id — Dewan Pengawas (Dewas) RSUD Waluyo Jati Kraksaan mengambil langkah tegas dengan menggelar…

5 hari ago