Categories: Uncategorized

DPRD sebagai Fasilitator Mediasi Eksekusi: Tinjauan Hukum Formal dan Implikasi terhadap Independensi Peradilan

Kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam konteks penyelenggaraan negara daerah diatur secara normatif dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015, serta peraturan pelaksanaannya. Secara konseptual, DPRD memiliki tiga fungsi utama: legislasi, pengawasan, dan anggaran. Fungsi pengawasan DPRD bersifat internal terhadap penyelenggaraan pemerintah daerah dan implementasi kebijakan publik, termasuk pengawasan terhadap kepala daerah, perangkat daerah, serta pelaksanaan anggaran.

 

Namun, bila ditinjau dari perspektif hukum acara perdata dan eksekusi putusan pengadilan, mediasi antara pemohon dan termohon eksekusi merupakan ranah kewenangan lembaga peradilan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, serta ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata (KUHAPerdata) dan Peraturan Mahkamah Agung terkait mediasi. Putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) memiliki daya eksekutorial yang hanya dapat dilakukan melalui pengadilan negeri atau pejabat yang diberi mandat eksekusi sesuai hukum.

 

Dengan demikian, DPRD secara normatif tidak memiliki kewenangan formal untuk mengadakan mediasi yang dapat memengaruhi proses eksekusi hukum. Aktivitas DPRD dalam konteks mediasi dapat dikategorikan sebagai inisiatif politik atau diplomasi sosial, yang sifatnya fasilitatif dan non-eksekutorial, semata-mata untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dalam rangka dialog atau koordinasi. Aktivitas tersebut tidak dapat menunda, mengganti, atau membatalkan pelaksanaan eksekusi yang sah menurut hukum, karena hal ini akan bertentangan dengan prinsip separation of powers dan legal certainty dalam sistem hukum Indonesia.

 

Lebih jauh, jika DPRD memfasilitasi pertemuan antara pemohon dan termohon eksekusi, hal itu hanya dapat dinilai sebagai upaya mediasi informal yang bersifat preventif atau mitigatif konflik, namun tidak memiliki kekuatan hukum untuk mempengaruhi putusan pengadilan. Secara yuridis, setiap intervensi DPRD yang melebihi kapasitas fasilitatif dapat menimbulkan problematika hukum berupa pelanggaran kewenangan lembaga peradilan dan prinsip independensi peradilan.

 

Kesimpulannya, secara yuridis dan konseptual, DPRD tidak berwenang mengadakan mediasi antara pemohon dan termohon eksekusi dalam kapasitas hukum formal. Peran DPRD terbatas pada fungsi pengawasan, koordinasi, dan fasilitasi non-formal. Kewenangan mediasi dan penyelesaian sengketa eksekusi tetap berada pada lembaga peradilan yang diberikan mandat hukum, sejalan dengan prinsip rule of law, separation of powers, dan due process of law.

 

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

14 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

16 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

16 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

17 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

17 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

18 jam ago