Categories: Berita

Polemik Pengelolaan Keuangan Pasar Minggu Sumenep, Anggota Protes Keluar Masuknya Uang Kas

SUMENEP,DetikNusantara.co.id – Pengelolaan Perkumpulan Pedagang Pasar Minggu Sumenep (P3MS), yang setiap Minggu berlokasi di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumenep, kini tengah menuai polemik internal dan mendapat sorotan sejumlah media. Kamis (02/10/2025).

P3MS yang menaungi sekitar 200 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) itu dipimpin oleh Dardaie Zain. Namun, pengelolaan keuangan kas paguyuban yang bersumber dari biaya sewa tenda dan non-tenda dinilai sebagian anggota tidak transparan, bahkan berpotensi menimbulkan dugaan penyalahgunaan.

Sejumlah anggota dan pengurus yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak mengetahui kondisi saldo kas paguyuban dari sisa setoran sewa tenda yang disalurkan ke Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan UKM (Diskoperindag UKM) Kabupaten Sumenep.

“Sebagai anggota, kami berhak mengetahui pemasukan dan pengeluaran kas. Selama ini uang sewa yang dibayarkan lebih besar dibanding setoran ke Diskoperindag, namun tidak pernah ada laporan terbuka dari pengurus,” ungkap beberapa anggota dengan nada kesal, Sabtu (27/09/2025).

Mereka juga menyoroti absennya rapat rutin sebagai sarana pertanggungjawaban. Menurut mereka, Ketua Paguyuban tidak pernah menyampaikan laporan kas, baik melalui forum resmi maupun komunikasi internal seperti grup paguyuban.

“Seharusnya ada forum laporan pertanggungjawaban. Bisa melalui rapat internal atau grup komunikasi paguyuban. Itu penting agar semua anggota merasa dilibatkan,” imbuh salah seorang anggota.

Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Paguyuban P3MS, Dardaie Zain, ketika dikonfirmasi via WhatsApp membantah keras dugaan tersebut.

“Informasi itu tidak benar, Mas. Semua keuangan kas sudah disampaikan secara transparan kepada pengurus maupun anggota, termasuk pemasukan dan pengeluaran,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pertemuan rutin tetap dijalankan, dan setiap forum digunakan untuk menyampaikan laporan secara terbuka serta akuntabel.

Polemik ini pun menimbulkan harapan publik agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Diskoperindag UKM hadir memfasilitasi penyelesaian persoalan internal tersebut.

Sikap tegas pemerintah dinilai perlu, terlebih apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan wewenang atau pengelolaan kas yang tidak sesuai prosedur. Hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan P3MS yang selama ini memperoleh dukungan fasilitas dari Pemkab Sumenep, sekaligus memastikan peran paguyuban benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan UMKM.

Redaksi

Recent Posts

Klaim Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD “Kecil” Dikecam, LSM AMPP: Tidak Rasional dan Melukai Keadilan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…

20 menit ago

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

15 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

18 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

18 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

18 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

19 jam ago