PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Puskesmas Krejengan kini memasuki babak baru yang lebih krusial. Bukan sekadar isu etik, fakta terbaru mengenai kondisi psikologis pelaku mulai memicu kekhawatiran terkait keselamatan pasien di wilayah tersebut.
RJS, oknum yang terlibat dalam kasus ini, memberikan pengakuan mendalam mengenai hubungannya dengan IT. Menurut RJS, komunikasi intens yang terjalin didasari oleh kondisi IS yang diduga sering mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari suaminya.
Dampak dari rentetan peristiwa tersebut, IT dilaporkan mengalami trauma psikis yang sangat berat. Saat ini, IS yang merupakan tenaga kesehatan aktif diketahui berada di bawah penanganan intensif dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dan harus mengonsumsi obat penenang.
Informasi ini terkonfirmasi saat tim Humas LSM JAKPRO melakukan klarifikasi kepada RJS melalui pesan singkat. Bahkan, saat tim mendatangi kediaman Kepala Desa Tanjungsari (tempat tinggal IT), sang Kades pun terkejut dan membenarkan informasi setelah berkomunikasi langsung dengan RJS.
Munculnya fakta bahwa seorang tenaga medis aktif sedang dalam pengobatan kejiwaan menuai reaksi keras. Mengingat IT menjabat sebagai Bidan Desa di Desa Jatiurip, kestabilan mental menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Sangat memprihatinkan ketika mengetahui bahwa IT sedang dalam kondisi tidak stabil secara mental. Ini bukan lagi sekadar persoalan etik personal, melainkan sudah masuk ke ranah keselamatan publik,” ujar Imron dari LSM JAKPRO.
Profesi bidan menuntut konsentrasi tinggi dan akurasi medis karena menyangkut nyawa ibu dan anak. Ada tiga poin krusial yang kini menjadi sorotan warga:
Masyarakat mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dan Puskesmas Krejengan untuk segera mengambil langkah tegas. Fokus desakan bukan hanya pada sanksi disiplin atas dugaan pelanggaran kode etik, melainkan pada evaluasi kelayakan tugas.
Publik berharap ada transparansi dari pihak berwenang. Pembiaran terhadap tenaga kesehatan yang sedang tidak laik tugas secara psikis dikhawatirkan akan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan pemerintah di Kabupaten Probolinggo.
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang menyebutkan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, mengenai dugaan perselingkuhan yang…
BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Gelombang kekecewaan melanda ratusan guru ngaji di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Jika merujuk secara ketat pada norma Pasal 21 Permendagri Nomor 19 Tahun 2024,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa…
MADIUN, DetikNusantara.co.id – Ketua DPD PSI Kabupaten Probolinggo, Binhaudi, menegaskan kesiapannya untuk melakukan ekspansi besar-besaran…