LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Menghadapi musim kemarau yang mulai berdampak pada krisis air bersih di sejumlah wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang akan memulai distribusi air bersih kepada masyarakat mulai 10 Juli 2026. Sebanyak empat unit truk tangki disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan asesmen guna menentukan wilayah prioritas penerima bantuan air bersih. Pada tahap awal, distribusi akan difokuskan ke Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, serta Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit, yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Menurut Isnugroho, saat ini terdapat 241 titik penampungan air berbahan terpal yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak, yakni Ranuyoso, Klakah, Randuagung, Kedungjajang, Gucialit, Pasrujambe, dan Padang.
“Sebanyak 241 titik penampungan air berbahan terpal telah disiapkan untuk melayani masyarakat di wilayah terdampak kekeringan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap truk tangki milik BPBD memiliki kapasitas 5.000 liter air, sedangkan satu tandon terpal hanya mampu menampung sekitar 1.000 liter. Dengan kapasitas tersebut, satu truk tangki dapat mengisi lima titik penampungan dalam satu kali perjalanan.
“Artinya, satu truk tangki mampu melayani lima titik penampungan air dalam sekali pengiriman,” jelasnya.
Agar pendistribusian berjalan lancar, BPBD meminta pemerintah desa menyiapkan lokasi penampungan air yang mudah dijangkau masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah warga saat mengambil air sekaligus menghindari penumpukan antrean.
“Kami berharap pemerintah desa menyiapkan lokasi yang mudah diakses masyarakat sehingga proses pengambilan air bersih dapat berlangsung tertib dan lebih mudah,” tambah Isnugroho.
Selain itu, BPBD Lumajang juga menunggu rampungnya proses administrasi penetapan status tanggap darurat krisis air bersih. Penetapan status tersebut menjadi dasar pelaksanaan penanganan selama 90 hari sesuai rencana pemerintah daerah.
Dalam pelaksanaannya, BPBD telah menyiapkan empat unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk melayani desa-desa yang terdampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.
Isnugroho menegaskan, BPBD siap meningkatkan kapasitas pelayanan apabila kondisi kekeringan semakin meluas.
“Apabila dampak kekeringan bertambah luas, kami akan menambah armada truk tangki agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat dilakukan secara maksimal,” tegasnya.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta terus berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Dengan kesiapan armada dan dukungan berbagai pihak, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi hingga musim kemarau berakhir.
JAKARTA, DetikNusantara.co.id – Dewan Pimpinan Pusat Sekber Wartawan Indonesia (DPP SWI) menggelar audiensi dengan Dewan…
KEDIRI – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di Kabupaten Kediri…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Persoalan yang membelit Perumahan Grand City di Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten…
LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat promosi pariwisata melalui kolaborasi dengan industri kreatif.…
SITUBONDO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan oleh jajaran…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIBAS88 Nusantara resmi meresmikan Markas Besarnya yang berlokasi…