Categories: Uncategorized

Kawal Perlindungan Anak, KOPRI Jatim Soroti Dampak Psikologis Korban Peluru Nyasar di Gresik

Surabaya — Insiden peluru nyasar yang melukai dua siswa di Gresik pada Rabu (12/17/2025), menuai sorotan tajam dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi di ruang hidup masyarakat sipil, dan menimpa anak-anak, dinilai bukan sekadar kecelakaan, melainkan cerminan adanya celah serius dalam sistem pengamanan aktivitas bersenjata.

 

Dalam rilis sikap resminya, KOPRI Jawa Timur menyampaikan bahwa kejadian tersebut telah meruntuhkan rasa aman yang seharusnya dimiliki anak-anak di lingkungan tempat mereka belajar dan tumbuh. “Ketika anak-anak menjadi korban, ini tidak lagi bisa dilihat sebagai kejadian tidak sengaja semata. Ada pertanyaan besar tentang bagaimana standar keamanan dijalankan dan sejauh mana keselamatan warga sipil benar-benar dijadikan prioritas,” demikian pernyataan Kholisatul Hasanah, Ketua KOPRI PKC PMII Jatim.

 

KOPRI Jatim juga menyoroti fakta bahwa pemeriksaan melibatkan banyak personel. Hal ini dinilai mengindikasikan kemungkinan adanya persoalan yang lebih luas, bukan hanya kesalahan individu. Oleh karena itu, penyelesaian kasus diminta tidak berhenti pada penanganan formalitas, tetapi harus menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

 

Selain itu, KOPRI menekankan pentingnya keberpihakan pada korban, mengingat dampak yang dialami tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis. Pemulihan rasa aman bagi anak-anak yang menjadi korban disebut sebagai tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.

 

Atas insiden tersebut, KOPRI Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan dan desakan kepada pihak terkait, yaitu:

 

1. Mendesak pengusutan kasus secara transparan dan akuntabel hingga tuntas, serta memastikan adanya pertanggungjawaban yang jelas.

2. Menuntut pemulihan menyeluruh bagi korban, termasuk perawatan medis dan pendampingan psikologis.

3. Mendesak evaluasi total terhadap standar operasional penggunaan senjata api, terutama di wilayah yang berdekatan dengan masyarakat sipil.

4. Menuntut langkah pencegahan yang konkret dan terukur agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

5. Mendesak keterbukaan informasi kepada publik secara jujur dan bertanggung jawab.

 

KOPRI Jawa Timur menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi titik balik dalam memastikan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak, tidak lagi dikompromikan dalam kondisi apa pun. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan kelompok rentan. – RCX

Redaksi

Recent Posts

BNPM DPC Konang Salurkan 5 Tangki Air Bersih Gratis, Warga Antusias di Tengah Kemarau Panjang

BANGKALAN, DetikNusantara.co.id – Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan…

3 jam ago

Pasien Kecelakaan Meninggal di RSUD Waluyo Jati, Keluarga Soroti Pelayanan Rumah Sakit

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjadi…

3 jam ago

Misbakhun Bantah Keterlibatan Pita Cukai Ilegal: Nama Saya Tidak Ada di Data Bea Cukai

Probolinggo, DetikNusantara — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Probolinggo, Mukhamad Misbakhun, secara tegas membantah tuduhan…

8 jam ago

LKKNU Bersama DP3AK Surabaya Dorong RW Responsif Gender dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas 2045

SURABAYA, DetikNusantara.co.id – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak…

12 jam ago

Dugaan Pemotongan Honor Paskibra Mencuat, Festival Anti Korupsi Semarak Digelar Pemkab Probolinggo, Edukasi atau Hanya Seremonial?

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar Festival Antikorupsi 2026 di Gelora Merdeka Kraksaan,…

1 hari ago

Lomba Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo, Desa Binor Andalkan Kelengkeng dan Inovasi Pengolahan Sampah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjalani verifikasi lapangan penilaian Desa Tematik…

1 hari ago