Categories: Pemerintahan

DBHCHT 2026 Lumajang Capai Rp3,4 Miliar, DKPP Salurkan Pupuk dan Siapkan 25 Mesin Rajang untuk Petani Tembakau

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 sebesar Rp3,4 miliar untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani tembakau. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan pupuk, mesin rajang tembakau, kegiatan sosialisasi, hingga mendukung operasional program pembinaan petani.

Kepala Bidang Perkebunan DKPP Lumajang, Mamiworo, S.P., M.P., menjelaskan bahwa bantuan pupuk telah disalurkan kepada 71 kelompok tani tembakau yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.

“Sebanyak 180 ton pupuk NPK kami salurkan untuk mendukung lahan tembakau seluas 1.400 hektare yang dikelola oleh 71 kelompok tani. Selain itu, kami juga menyalurkan 3.850 liter pupuk organik cair (POC) sebagai upaya meningkatkan kualitas tanaman tembakau,” ujar Mamiworo.

Tak hanya bantuan pupuk, DKPP juga mengalokasikan 25 unit mesin rajang tembakau untuk kelompok tani. Namun, proses pengadaan mesin tersebut masih menunggu penyelesaian Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Menurut Mamiworo, bantuan mesin rajang diprioritaskan bagi kelompok tani yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap alat pascapanen tersebut.

“Mesin rajang akan diberikan kepada 25 kelompok tani. Satu unit mesin memiliki kapasitas melayani lahan sekitar 1 hingga 2 hektare apabila dioperasikan secara optimal. Karena itu, kami memprioritaskan kelompok tani yang benar-benar membutuhkan tambahan mesin rajang,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh bantuan pupuk telah diterima oleh kelompok tani penerima manfaat. Sementara penyaluran mesin rajang akan dilaksanakan setelah proses PAK selesai sehingga pengadaan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pemanfaatan dana DBHCHT 2026 ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memperkuat sektor perkebunan tembakau. Melalui dukungan sarana produksi dan peralatan pascapanen, pemerintah berharap produktivitas, kualitas hasil panen, serta pendapatan petani tembakau di Lumajang dapat terus meningkat.

Dengan optimalisasi anggaran sebesar Rp3,4 miliar, program DBHCHT diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan komoditas tembakau sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

Redaksi

Recent Posts

PENA HIJAU Gelar Aksi Bersih Sungai di Probolinggo, Awali Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komunitas Pemuda Nusantara Peduli Lingkungan Hijau (PENA HIJAU) memulai rangkaian gerakan peduli…

1 hari ago

KOPRI PKC PMII Jawa Timur Kecam Lambatnya Polda Jatim Tangani Kasus Kekerasan Perempuan

SURABAYA, 27 Juli 2026 – Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa…

1 hari ago

Hadiri Haul Habib Husein Brani, Menko Pangan Zulkifli Hasan Paparkan Keberhasilan Swasembada Pangan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menghadiri acara Haul Habib Husein…

2 hari ago

DPR RI Dini Rahmania Siap Serahkan Kembali Berkas Guru Demi Percepatan Pencairan TPP Madrasah 2018–2019

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Dini Rahmania, menegaskan komitmennya untuk terus…

2 hari ago

KPK Sita Aset Anwar Sadad Senilai Rp22 Miliar Termasuk GOR di Probolinggo, Ini Rinciannya

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik anggota DPR RI Anwar…

3 hari ago

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Anwar Sadad Bergulir, Gerindra Belum Beri Sinyal PAW Meski KPK Sita Aset Rp22 Miliar

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menjerat…

3 hari ago