PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Koordinator Jaringan Intelektual Nahdliyyin (JIN) Kabupaten Probolinggo, Lukman Sumardi, turut mengecam keras atas tayangan stasiun televisi nasional Trans7 dalam program Xpose yang dinilainya tidak beradab dan beretika terhadap khalayak.
Lukman menyoroti program Trans7 tersebut secara nyata mendiskreditkan kiai dan pesantren.
Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya menyakiti komunitas pesantren tapi juga telah mereduksi kontribusi pesantren terhadap berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.
“Kami dari Jaringan Intelektual Nahdliyyin sangat menyayangkan isi tayangan tersebut. Bukan hanya tidak mendidik, tapi juga jauh dari semangat nilai-nilai edukasi yang seharusnya dijaga oleh suatu media ,” tegas Lukman.
Lukman mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera turun tangan dan memberikan teguran keras kepada Trans7. Ia juga meminta agar lembaga penyiaran lebih selektif dalam menyaring konten siaran, khususnya yang ditayangkan.
“Media massa memiliki tanggung jawab moral. Jangan hanya mengejar rating dengan mengorbankan moralitas masyarakat,” tambahnya.
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada soalan: Seseorang telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 603 dan 604 KUHP.…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada rumusan Kasus: Seorang individu meminta kepada seorang oknum jurnalis untuk menurunkan (take…
DETIKNUSANTARA.CO.ID - Ada sebuah soalan: apakah boleh seseorang mengawali puasa mengikuti keputusan pemerintah (1 Ramadan…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk,…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT PLN Nusantara Power…
PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan oleh Komunitas Media Siber Probolinggo (KOMSIPRO) dan aktivis…