Categories: Nasional

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Luhut Berpotensi Dipanggil

DetikNusantara.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi meningkatkan status dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh ke tahap penyelidikan. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Jakarta pada Senin (27/10).

Menanggapi potensi pemanggilan Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Luhut Binsar Pandjaitan, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan informasi rinci mengenai siapa saja pihak yang akan dimintai keterangan dan materi yang akan ditanyakan, mengingat kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

KPK saat ini fokus menyelidiki unsur-unsur dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Whoosh. Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan adanya dugaan penggelembungan anggaran atau mark up dalam proyek tersebut.

Mahfud menyoroti perbedaan signifikan biaya pembangunan per kilometer antara proyek Whoosh di Indonesia (52 juta dolar AS) dengan proyek serupa di China (17-18 juta dolar AS).

KPK telah mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan resmi terkait dugaan korupsi ini, dan Mahfud pun menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan jika dipanggil oleh KPK.

Sementara itu, Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan, juga melihat indikasi markup yang jelas dalam proyek KCJB. Ia membandingkan biaya pembangunan kereta cepat Shanghai-Hangzhou (22,93 juta dolar AS per km) dengan proyek KCJB di Indonesia (41,96 juta dolar AS per km), dan menemukan selisih yang signifikan.

Anthony menduga bahwa nilai proyek KCJB yang sangat tinggi tersebut disebabkan oleh penggelembungan atau markup yang melanggar proses pengadaan barang publik.

Redaksi

Recent Posts

Klaim Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD “Kecil” Dikecam, LSM AMPP: Tidak Rasional dan Melukai Keadilan

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Dalih efisiensi dan tingginya mobilitas yang dilontarkan Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan…

7 jam ago

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

22 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

1 hari ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

1 hari ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

1 hari ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

1 hari ago