Categories: Uncategorized

LKKNU Bersama DP3AK Surabaya Dorong RW Responsif Gender dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas 2045

SURABAYA, DetikNusantara.co.id – Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AK) Surabaya mendorong penguatan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) serta RW Responsif Gender di Kota Surabaya.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pembinaan KRPPA dan RW Responsif Gender se-Kota Surabaya yang berlangsung di Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Bulak.

Kegiatan ini menghadirkan Ibu Tutus Alriani dari PC LKKNU Kota Surabaya sebagai narasumber utama. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran keluarga, masyarakat, serta perangkat kewilayahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, setara, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak.

Dalam kegiatan tersebut, KRPPA ditekankan bukan sekadar predikat atau label bagi sebuah kelurahan. Konsep tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan masyarakat.

Di antaranya dengan memastikan perempuan mendapatkan ruang untuk didengar dan diberdayakan, anak memperoleh perlindungan, pencegahan kekerasan dilakukan sejak dini, serta masyarakat memiliki akses terhadap lingkungan yang aman dan setara.

RW dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu lingkungan terdekat dengan masyarakat. Melalui penguatan peran RW, berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak diharapkan dapat dikenali lebih awal dan ditangani melalui kolaborasi masyarakat.

Penguatan RW Responsif Gender juga menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang dalam mempersiapkan generasi berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Generasi berkualitas tidak hanya dibentuk melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui keluarga dan lingkungan yang memberikan rasa aman, kesempatan berkembang, serta perlindungan bagi anak.

Karena itu, sinergi antara LKKNU, DP3AK Surabaya, perangkat kewilayahan, dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan program ramah perempuan dan peduli anak tidak berhenti pada kegiatan pembinaan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepedulian terhadap perempuan dan anak juga diharapkan dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, RT, hingga RW.

Dengan perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, serta lingkungan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, upaya membangun fondasi Generasi Emas 2045 dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan warga.

Perempuan berdaya, anak terlindungi, dan lingkungan responsif menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang aman, setara, dan peduli.

Redaksi

Recent Posts

Misbakhun Bantah Keterlibatan Pita Cukai Ilegal: Nama Saya Tidak Ada di Data Bea Cukai

Probolinggo, DetikNusantara — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Probolinggo, Mukhamad Misbakhun, secara tegas membantah tuduhan…

22 menit ago

Dugaan Pemotongan Honor Paskibra Mencuat, Festival Anti Korupsi Semarak Digelar Pemkab Probolinggo, Edukasi atau Hanya Seremonial?

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar Festival Antikorupsi 2026 di Gelora Merdeka Kraksaan,…

17 jam ago

Lomba Desa Tematik Hijau Kabupaten Probolinggo, Desa Binor Andalkan Kelengkeng dan Inovasi Pengolahan Sampah

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, menjalani verifikasi lapangan penilaian Desa Tematik…

1 hari ago

Dosen dan Mahasiswa KKNT PGSD UTM Gelar Pelatihan Smart-Edu AI di Madrasah Bangkalan

Bangkalan, 9 September 2026 – Tim dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas…

3 hari ago

Jangan Suruh Rakyat Terus Mengantre: KOPRI Jatim Desak Pertamina Benahi Distribusi BBM di Jawa Timur

Surabaya, 8 September 2026 — KOPRI PKC PMII Jawa Timur menyoroti persoalan antrean panjang dan…

4 hari ago

Pengadaan Barang/Jasa Pra-Pengesahan APBD-P: Transaksi Haram Keuangan Daerah

DETIKNUSANTARA.CO.ID - Secara doktriner dan konseptual, tata kelola keuangan daerah ditempatkan dalam kerangka asas legalitas…

4 hari ago