Categories: Nasional

Misbakhun Bantah Keterlibatan Pita Cukai Ilegal: Nama Saya Tidak Ada di Data Bea Cukai

Probolinggo, DetikNusantara — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Probolinggo, Mukhamad Misbakhun, secara tegas membantah tuduhan yang menautkan namanya dalam pemberitaan Majalah Tempo dan kanal YouTube “Bocor Alus Tempo” terkait dugaan penyalahgunaan pita cukai rokok. Menurutnya, justru selama ini ia konsisten memperjuangkan kepentingan petani tembakau.

“Saya mewakili daerah penghasil tembakau, selalu berpihak dan membela petani. Saya konsisten meminta tarif cukai rokok sigaret kretek tangan tetap rendah karena bermanfaat bagi mereka. Terkait pemberitaan itu, saya sampaikan tidak melakukan apa yang disiarkan,” tegas Misbakhun, Minggu (13/9/2026).

Misbakhun menjelaskan telah menghubungi langsung pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait hal tersebut. Nirwala, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, menyampaikan bahwa nama Misbakhun tidak tercantum dalam persoalan pemesanan pita cukai rokok ilegal yang dimaksud. Seluruh pemesanan pita cukai, kata Nirwala, wajib dilakukan melalui sistem elektronik.

“Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi Bapak Nirwala, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Cukai, di nomor +62811817992,” tambahnya.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan kewenangan investigasi berada di tangan Bea Cukai, sehingga publik sebaiknya menunggu hasil resmi dari lembaga berwenang, bukan berpegang pada pemberitaan.

Wahid Nurahman, tokoh pemuda Kabupaten Probolinggo, menilai tuduhan tersebut tidak sejalan dengan rekam jejak Ketua Komisi XI DPR RI itu. Misbakhun dikenal gigih menolak kenaikan Cukai Hasil Tembakau (CHT), yang akhirnya membuahkan hasil ketika Menteri Keuangan memutuskan tidak menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2026.

“Perjuangannya dilakukan secara terbuka, lewat jalur politik dan mekanisme resmi negara. Kebijakan moratorium itu bukti nyata perjuangannya, bukan hal yang bertentangan dengan hukum,” ujar Wahid.

Ia mengingatkan sektor tembakau menopang jutaan petani, buruh, dan pelaku usaha di berbagai daerah termasuk Probolinggo. Rekam jejak harus dilihat secara utuh; tuduhan perlu dibuktikan lewat proses hukum yang objektif, bukan sekadar asumsi. Penyelidikan terkait dugaan pelanggaran cukai tetap menjadi wewenang Bea Cukai dan aparat penegak hukum.(dny)

Redaksi

Recent Posts

Khofifah Salurkan Bantuan Rp19,6 Miliar untuk Kabupaten Probolinggo, Pemberdayaan Ekonomi hingga Infrastruktur

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial dan program…

11 jam ago

Hujan Deras di Kawasan Semeru, Bunda Indah Imbau Penambang Hentikan Aktivitas Sementara

LUMAJANG, DetikNusantara.co.id – Bupati Lumajang, Indah Amperawati atau yang akrab disapa Bunda Indah, mengimbau seluruh…

14 jam ago

PSI Probolinggo Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPPKAD Rp467,79 Juta, Singgung Perlindungan Jurnalis

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Anggaran perjalanan dinas Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten…

14 jam ago

EKO BUDIYANTO, S.H.: KAMI TIDAK HADIR UNTUK MENCARI MUSUH, TAPI UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

BANYUWANGI - Direktur Regional NGO Pemburu Ketidakadilan, *Eko Budiyanto, S.H.*, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya adalah…

15 jam ago

Suka Bikin Gaduh Partai, PPP Jember Minta Prabowo Evaluasi Mardiono dari UKP

Pada tahun 2022, Mardiono resmi menjabat Plt. Ketum PPP setelah kudeta atas kepemimpinan Suharso Monoarfa…

15 jam ago

Aliansi BEM Probolinggo Raya Laporkan Dugaan Pemblokiran Jalan Pantura ke Polres, Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

PROBOLINGGO, DetikNusantara.co.id – Aliansi BEM Probolinggo Raya mendatangi Polres Probolinggo untuk melakukan audiensi sekaligus menyerahkan…

16 jam ago